<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	>

<channel>
	<title>Secret</title>
	<atom:link href="http://bayi.blog.friendster.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://bayi.blog.friendster.com</link>
	<description></description>
	<pubDate>Fri, 03 Oct 2008 12:51:08 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.6</generator>
	<language>en</language>
			<item>
		<title>Tetep Milih Wordpress</title>
		<link>http://bayi.blog.friendster.com/2008/10/tetep-milih-wordpress/</link>
		<comments>http://bayi.blog.friendster.com/2008/10/tetep-milih-wordpress/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 03 Oct 2008 12:51:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bayi</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bayi.blog.friendster.com/?p=39</guid>
		<description><![CDATA[Setelah lama ngga&#8217; pernah nengok blog yang di Friendster iseng-iseng saya nyungsep disini, itu juga kebetulan ada yang posting komentar di artikel terakhir. Ternyata Friendster blog udah meninggalkan blog engine yang dulu dan digantikan dengan wordpress engine. Bagus sih, lebih ringan dan mudah. Tapi ada satu hal yg masih perlu di upgrade, yaitu kapasitas pemakaian [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Setelah lama ngga&#8217; pernah nengok blog yang di Friendster iseng-iseng saya nyungsep disini, itu juga kebetulan ada yang posting komentar di artikel terakhir. Ternyata Friendster blog udah meninggalkan blog engine yang dulu dan digantikan dengan wordpress engine. Bagus sih, lebih ringan dan mudah. Tapi ada satu hal yg masih perlu di upgrade, yaitu kapasitas pemakaian blog dibatasi sampai limit maksimal 50 mb. Mirip pertama kali wordpress kasih kapasitas blog untuk pengguna maksimal juga 50 mb, tapi ngga&#8217; masalah yang penting udah ngga&#8217; pake engine yg dulu.</p>
<p>Kalo saya sih masih seneng pake wordpress.com sampai sekarang, masalahnya untuk kapasitas blog disono udah upgrade ampe 3 gb. Jadi ampe kriting tangan posting apapun dan ditambah gambar yg ukurannya gede2 ngga&#8217; bikin panik mikirin kuota blognya abis <img src='http://bayi.blog.friendster.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bayi.blog.friendster.com/2008/10/tetep-milih-wordpress/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Atlantis, Sebuah Misteri yang Abadi</title>
		<link>http://bayi.blog.friendster.com/2007/08/atlantis-sebuah-misteri-yang-abadi/</link>
		<comments>http://bayi.blog.friendster.com/2007/08/atlantis-sebuah-misteri-yang-abadi/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 20 Aug 2007 14:04:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bayi</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bayi.blog.friendster.com/2007/08/atlantis-sebuah-misteri-yang-abadi/</guid>
		<description><![CDATA[
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Mitos tentang Peradaban Atlantis pertama kali dicetuskan oleh seorang filsafat Yunani kuno bernama Plato (427 - 347 SM) dalam buku Critias dan Timaeus.</p>
<p>Dalam buku Timaeus Plato menceritakan bahwa dihadapan selat Mainstay Haigelisi, ada sebuah pulau yang sangat besar, dari sana kalian dapat pergi ke pulau lainnya,<br />
di depan pulau-pulau itu adalah seluruhnya daratan yang dikelilingi laut samudera, itu adalah kerajaan Atlantis. Ketika itu Atlantis baru akan melancarkan perang besar dengan Athena, namun di luar dugaan Atlantis tiba-tiba mengalami gempa bumi dan banjir, tidak sampai sehari semalam, tenggelam sama sekali di dasar laut, negara besar yang melampaui peradaban tinggi, lenyap dalam semalam.</p>
<p>Dibagian lain pada buku Critias adalah adik sepupu dari Critias mengisahkan tentang Atlantis. Critias adalah murid dari ahli filsafat Socrates, tiga kali ia menekankan keberadaan Atlantis dalam dialog. Kisahnya berasal dari cerita lisan Joepe yaitu moyang lelaki Critias, sedangkan Joepe juga mendengarnya dari seorang penyair Yunani bernama Solon (639-559 SM).<br />
Solon adalah yang paling bijaksana di antara 7 mahabijak Yunani kuno, suatu kali ketika Solon berkeliling Mesir, dari tempat pemujaan makam leluhur mengetahui legenda Atlantis.</p>
<p>Garis besar kisah pada buku tersebut Ada sebuah daratan raksasa di atas Samudera Atlantik arah barat Laut Tengah yang sangat jauh, yang bangga dengan peradabannya yang menakjubkan. Ia menghasilkan emas dan perak yang tak terhitung banyaknya. Istana dikelilingi oleh tembok emas dan dipagari oleh dinding perak. Dinding tembok dalam istana bertahtakan emas, cemerlang dan megah. Di sana, tingkat perkembangan<br />
peradabannya memukau orang. Memiliki pelabuhan dan kapal dengan perlengkapan yang sempurna, juga ada benda yang bisa membawa orang terbang. Kekuasaannya tidak hanya terbatas di Eropa, bahkan jauh sampai daratan Afrika. Setelah dilanda gempa dahsyat,<br />
tenggelamlah ia ke dasar laut beserta peradabannya, juga hilang dalam ingatan orang-orang.</p>
<p>Jika dibaca dari sepenggal kisah diatas maka kita akan berpikiran bahwa Atlantis merupakan sebuah peradaban yang sangat memukau. Dengan teknologi dan ilmu pengetahuan pada waktu itu sudah menjadikannya sebuah bangsa yang besar dan mempunyai kehidupan yang makmur.<br />
Tapi kemudian saya mempunyai pertanyaan, apakah itu hanya sebuah cerita untuk pengantar tidur pada jamannya Plato atau memang Plato mempunyai bukti2 kuat dan otentik bahwa atlantis itu benar-benar pernah ada dalam kehidupan di bumi ini?</p>
<p>Terdapat beberapa catatan tentang usaha para ilmuwan dan orang-orang dalam pencarian untuk membuktikan bahwa Atlantis itu benar-benar pernah ada.</p>
<p>Menurut perhitungan versi Plato waktu tenggelamnya kerajaan Atlantis, kurang lebih 11.150 tahun yang silam. Plato pernah beberapa kali mengatakan, keadaan kerajaan Atlantis diceritakan turun-temurun. Sama sekali bukan rekaannya sendiri. Plato bahkan pergi ke Mesir minta petunjuk biksu dan rahib terkenal setempat waktu itu. Guru Plato yaitu Socrates ketika membicarakan tentang kerajaan Atlantis juga<br />
menekankan, karena hal itu adalah nyata, nilainya jauh lebih kuat dibanding kisah yang direkayasa.</p>
<p>Jika semua yang diutarakan Plato memang benar-benar nyata, maka sejak 12.000 tahun silam, manusia sudah menciptakan peradaban. Namun di manakah kerajaan Atlantis itu? Sejak ribuan tahun silam orang-orang menaruh minat yang sangat besar terhadap hal ini. Hingga abad ke-20 sejak tahun 1960-an, laut Bermuda yang terletak di bagian barat Samudera Atlantik, di kepulauan Bahama, dan laut di sekitar kepulauan<br />
Florida pernah berturut-turut diketemukan keajaiban yang menggemparkan dunia.</p>
<p>Suatu hari di tahun 1968, kepulauan Bimini di sekitar Samudera Atlantik di gugusan Pulau Bahama, laut tenang dan bening bagaikan kaca yang terang, tembus pandang<br />
hingga ke dasar laut. Beberapa penyelam dalam perjalanan kembali ke kepulauan Bimini, tiba-tiba ada yang menjerit kaget. Di dasar laut ada sebuah jalan besar! Beberapa penyelam secara bersamaan terjun ke bawah, ternyata memang ada sebuah jalan besar membentang tersusun dari batu raksasa. Itu adalah sebuah jalan besar yang dibangun dengan menggunakan batu persegi panjang dan poligon, besar kecilnya batu<br />
dan ketebalan tidak sama, namun penyusunannya sangat rapi, konturnya cemerlang. Apakah ini merupakan jalan posnya kerajaan Atlantis?</p>
<p>Awal tahun ‘70-an disekitar kepulauan Yasuel Samudera Atlantik, sekelompok peneliti<br />
telah mengambil inti karang dengan mengebor pada kedalaman 800 meter di dasar laut, atas ungkapan ilmiah, tempat itu memang benar-benar sebuah daratan pada 12.000 tahun silam. Kesimpulan yang ditarik atas dasar teknologi ilmu pengetahuan, begitu mirip seperti yang dilukiskan Plato! Namun, apakah di sini tempat tenggelamnya kerajaan Atlantis?</p>
<p>Tahun 1974, sebuah kapal peninjau laut Uni Soviet telah membuat 8 lembar foto yang jika disarikan membentuk sebuah bangunan kuno mahakarya manusia.<br />
Apakah ini dibangun oleh orang Atlantis?</p>
<p>Tahun 1979, ilmuwan Amerika dan Perancis dengan peranti instrumen yang sangat canggih menemukan piramida di dasar laut “segitiga maut” laut Bermuda.<br />
Panjang piramida kurang lebih 300 meter, tinggi kurang lebih 200 meter, puncak piramida dengan permukaan samudera hanya berjarak 100 meter, lebih besar dibanding piramida Mesir. Bagian bawah piramida terdapat dua lubang raksasa, air laut dengan kecepatan yang menakjubkan mengalir di dasar lubang.<br />
Piramida besar ini, apakah dibangun oleh orang-orang Atlantis? Pasukan kerajaan Atlan pernah menaklukkan Mesir, apakah orang Atlantis membawa peradaban piramida ke Mesir? Benua Amerika juga terdapat piramida, apakah berasal dari Mesir atau berasal dari kerajaan Atlantis?</p>
<p>Tahun 1985, dua kelasi Norwegia menemukan sebuah kota kuno di bawah areal laut “segitiga maut”. Pada foto yang dibuat oleh mereka berdua, ada dataran, jalan<br />
besar vertikal dan horizontal serta lorong, rumah beratap kubah, gelanggang aduan (binatang), kuil, bantaran sungai dll. Mereka berdua mengatakan mutlak percaya terhadap apa yang mereka temukan itu adalah Benua Atlantis seperti yang dilukiskan oleh Plato. Benarkah itu?</p>
<p>Yang lebih menghebohkan lagi adalah penelitian yang dilakukan oleh Aryso Santos, seorang ilmuwan asal Brazil. Santos menegaskan bahwa Atlantis itu adalah wilayah yang sekarang ini disebut Indonesia.<br />
Dalam penelitiannya selama 30 tahun yang ditulis dalam sebuah buku “Atlantis, The Lost Continent Finally Found, The Definitifve Localization of Plato’s Lost Civilization” dia menampilkan 33 perbandingan, seperti luas wilayah, cuaca, kekayaan alam, gunung berapi, dan cara bertani, yang akhirnya menyimpulkan bahwa Atlantis itu adalah Indonesia. Sistem terasisasi sawah yang khas Indonesia, menurutnya, ialah bentuk yang diadopsi oleh Candi Borobudur, Piramida di Mesir, dan bangunan kuno Aztec di Meksiko.</p>
<p>Santos menetapkan bahwa pada masa lalu Atlantis itu merupakan benua yang membentang dari bagian selatan India, Sri Lanka, Sumatra, Jawa, Kalimantan, terus ke arah timur dengan Indonesia (yang sekarang) sebagai pusatnya. Di wilayah itu terdapat puluhan gunung berapi yang aktif dan dikelilingi oleh samudera yang menyatu bernama Orientale, terdiri dari Samudera Hindia dan Samudera Pasifik.</p>
<p>Sedangkan menurut Plato Atlantis merupakan benua yang hilang akibat letusan gunung berapi yang secara bersamaan meletus. Pada masa itu sebagian besar bagian dunia masih diliput oleh lapisan-lapisan es (era Pleistocene). Dengan meletusnya berpuluh-puluh gunung berapi secara bersamaan yang sebagian besar terletak di wilayah Indonesia (dulu) itu, maka tenggelamlah sebagian benua dan diliput oleh air asal dari es yang mencair. Di antaranya letusan gunung Meru di India Selatan dan gunung Semeru/Sumeru/Mahameru di Jawa Timur. Lalu letusan gunung berapi di Sumatera yang membentuk Danau Toba dengan pulau Somasir, yang merupakan puncak gunung yang meletus pada saat itu. Letusan yang paling dahsyat di kemudian hari adalah gunung Krakatau (Krakatoa) yang memecah bagian Sumatera dan Jawa dan lain-lainnya serta membentuk selat dataran Sunda.</p>
<p>Santos berbeda dengan Plato mengenai lokasi Atlantis. Ilmuwan Brazil itu berargumentasi, bahwa pada saat terjadinya letusan berbagai gunung berapi itu, menyebabkan lapisan es mencair dan mengalir ke samudera sehingga luasnya bertambah. Air dan lumpur berasal dari abu gunung berapi tersebut membebani samudera dan dasarnya, mengakibatkan tekanan luar biasa kepada kulit bumi di dasar samudera, terutama pada pantai benua. Tekanan ini mengakibatkan gempa. Gempa ini diperkuat lagi oleh gunung-gunung yang meletus kemudian secara beruntun dan menimbulkan gelombang tsunami yang dahsyat. Santos menamakannya Heinrich Events.</p>
<p>Dalam usaha mengemukakan pendapat mendasarkan kepada sejarah dunia, tampak Plato telah melakukan dua kekhilafan, pertama mengenai bentuk/posisi bumi yang katanya datar. Kedua, mengenai letak benua Atlantis yang katanya berada di Samudera Atlantik yang ditentang oleh Santos. Penelitian militer Amerika Serikat di wilayah Atlantik terbukti tidak berhasil menemukan bekas-bekas benua yang hilang itu. Oleh karena itu tidaklah semena-mena ada peribahasa yang berkata, “Amicus Plato, sed magis amica veritas.” Artinya,”Saya senang kepada Plato tetapi saya lebih senang kepada kebenaran.”</p>
<p>Namun, ada beberapa keadaan masa kini yang antara Plato dan Santos sependapat. Yakni pertama, bahwa lokasi benua yang tenggelam itu adalah Atlantis dan oleh Santos dipastikan sebagai wilayah Republik Indonesia. Kedua, jumlah atau panjangnya mata rantai gunung berapi di Indonesia. Di antaranya ialah Kerinci, Talang, Krakatoa, Malabar, Galunggung, Pangrango, Merapi, Merbabu, Semeru, Bromo, Agung, Rinjani. Sebagian dari gunung itu telah atau sedang aktif kembali.</p>
<p>Ini ada lagi yang lebih unik dari Santos dan kawan-kawan tentang usaha untuk menguak misteri Atlantis. Sarjana Barat secara kebetulan menemukan seseorang yang mampu mengingat kembali dirinya sebagai orang Atlantis di kehidupan sebelumnya “Inggrid Benette”. Beberapa penggal kehidupan dan kondisi sosial dalam ingatannya masih membekas, sebagai bahan masukan agar bisa merasakan secara gamblang peradaban tinggi Atlantis. Dan yang terpenting adalah memberikan kita petunjuk tentang mengapa Atlantis musnah. Di bawah ini adalah ingatan Inggrid Bennette.</p>
<p>Kehidupan yang Dipenuhi Kecerdasan<br />
Dalam kehidupan sebelumnya di Atlantis, saya adalah seorang yang berpengetahuan luas, dipromosikan sebagai kepala energi wanita “Pelindung Kristal” (setara dengan seorang kepala pabrik pembangkit listrik sekarang). Pusat energi ini letaknya pada sebuah ruang luas yang bangunannya beratap lengkung. Lantainya dari pasir dan batu tembok, di tengah-tengah kamar sebuah kristal raksasa diletakkan di atas alas dasar hitam. Fungsinya adalah menyalurkan energi ke seluruh kota. Tugas saya melindungi kristal tersebut. Pekerjaan ini tak sama dengan sistem operasional pabrik sekarang, tapi dengan menjaga keteguhan dalam hati, memahami jiwa sendiri, merupakan bagian penting dalam pekerjaan, ini adalah sebuah instalasi yang dikendalikan dengan jiwa. Ada seorang lelaki yang cerdas dan pintar, ia adalah “pelindung” kami, pelindung lainnya wanita.</p>
<p>Rambut saya panjang berwarna emas, rambut digelung dengan benda rajutan emas, persis seperti zaman Yunani. Rambut disanggul tinggi, dengan gulungan bengkok jatuh bergerai di atas punggung. Setiap hari rambutku ditata oleh ahli penata rambut, ini adalah sebagian pekerjaan rutin. Filsafat yang diyakini orang Atlantis adalah bahwa “tubuh merupakan kuilnya jiwa”, oleh karena itu sangat memperhatikan kebersihan tubuh dan cara berbusana, ini merupakan hal yang utama dalam kehidupan. Saya mengenakan baju panjang tembus pandang, menggunakan daun pita emas yang diikat di pinggang belakang setelah disilang di depan dada. Lelaki berpakaian rok panjang juga rok pendek, sebagian orang memakai topi, sebagian tidak, semuanya dibuat dengan bahan putih bening yang sama. Seperti pakaian seragam, namun di masa itu, sama sekali tidak dibedakan, mengenakan ini hanya menunjukkan sebuah status, melambangkan kematangan jiwa raga kita. Ada juga yang mengenakan pakaian warna lain, namun dari bahan bening yang sama, mereka mengenakan pakaian yang berwarna karena bertujuan untuk pengobatan. Hubungannya sangat besar dengan ketidakseimbangan pusat energi tubuh, warna yang spesifik memiliki fungsi pengobatan.</p>
<p>Berkomunikasi dengan Hewan<br />
Saya sering pergi mendengarkan nasihat lumba-lumba. Lumba-lumba hidup di sebuah tempat yang dibangun khusus untuk mereka. Sebuah area danau besar yang indah, mempunyai undakan raksasa yang menembus ke tengah danau. Pilar dua sisi undakan adalah tiang yang megah, sedangkan area danau dihubungkan dengan laut melalui terusan besar. Di siang hari lumba-lumba berenang di sana, bermain-main, setelah malam tiba kembali ke lautan luas. Lumba-lumba bebas berkeliaran, menandakan itu adalah tempat yang sangat istimewa. Lumba-lumba adalah sahabat karib dan penasihat kami. Mereka sangat pintar, dan merupakan sumber keseimbangan serta keharmonisan masyarakat kami. Hanya sedikit orang pergi mendengarkan bahasa intelek lumba-lumba. Saya sering berenang bersama mereka, mengelus mereka, bermain-main dengan mereka, serta mendengarkan nasihat mereka. Kami sering bertukar pikiran melalui telepati. Energi mereka membuat saya penuh vitalitas sekaligus memberiku kekuatan. Saya dapat berjalan-jalan sesuai keinginan hati, misalnya jika saya ingin pergi ke padang luas yang jauh jaraknya, saya memejamkan mata dan memusatkan pikiran pada tempat tersebut. Akan ada suatu suara “wuung” yang ringan, saya membuka mata, maka saya sudah berada di tempat itu.</p>
<p>Saya paling suka bersama dengan Unicorn (kuda terbang). Mereka sama seperti kuda makan rumput di padang belantara. Unicorn memiliki sebuah tanduk di atas kepalanya, sama seperti ikan lumba-lumba, kami kontak lewat hubungan telepati. Secara relatif, pikiran Unicorn sangat polos. Kami acap kali bertukar pikiran, misalnya, “Aku ingin berlari cepat”. Unicorn akan menjawab: “Baiklah”. Kita lari bersama, rambut kami berterbangan tertiup angin. Jiwa mereka begitu tenang, damai menimbulkan rasa hormat. Unicorn tidak pernah melukai siapa pun, apalagi mempunyai pikiran atau maksud jahat, ketika menemui tantangan sekalipun akan tetap demikian.</p>
<p>Saya sering kali merasa sedih pada orang zaman sekarang, sebab sama sekali tidak percaya dengan keberadaan hewan ini, ada seorang pembina jiwa mengatakan kepadaku: “Saat ketika kondisi dunia kembali pada keseimbangan dan keharmonisan, semua orang saling menerima, saling mencintai, saat itu Unicorn akan kembali”.</p>
<p>Lingkungan yang Indah Permai<br />
Di timur laut Atlantis terdapat sebidang padang rumput yang sangat luas. Padang rumput ini menyebarkan aroma wangi yang lembut, dan saya suka duduk bermeditasi di sana. Aromanya begitu hangat. Kegunaan dari bunga segar sangat banyak, maka ditanam secara luas. Misalnya, bunga yang berwarna biru dan putih ditanam bersama, ini bukan saja sangat menggoda secara visual, sangat dibutuhkan buat efektivitas getaran. Padang rumput ini dirawat oleh orang yang mendapat latihan khusus dan berkualitas tinggi serta kaya pengetahuan. “Ahli ramuan” mulai merawat mereka sejak tunas, kemudian memetik dan mengekstrak sari pati kehidupannya.</p>
<p>Di lingkungan kerja di Atlantis, jarang ada yang berposisi rendah. Serendah apa pun pekerjaannya, tetap dipandang sebagai anggota penting di dalam masyarakat kami. Masyarakat terbiasa dengan menghormati dan memuji kemampuan orang lain. Yang menanam buah, sayur-mayur, dan penanam jenis kacang-kacangan juga hidup di timur laut. Sebagian besar adalah ahli botani, ahli gizi dan pakar makanan lainnya. Mereka bertanggung jawab menyediakan makanan bagi segenap peradaban kami.</p>
<p>Sebagian besar orang ditetapkan sebagai pekerja fisik, misalnya tukang kebun dan tukang bangunan. Hal itu akan membuat kondisi tubuh mereka tetap stabil. Sebagian kecil dari mereka mempunyai kecerdasan, pengaturan pekerjaan disesuaikan dengan tingkat perkembangan kecerdasan mereka. Orang Atlantis menganggap, bahwa pekerjaan fisik lebih bermanfaat, ini membuat emosi (perasaan) mereka mendapat keseimbangan, marah dan suasana hati saat depresi dapat diarahkan secara konstruktif, lagi pula tubuh manusia terlahir untuk pekerjaan fisik, hal tersebut telah dibuktikan. Namun, selalu ada pengecualian, misalnya lelaki yang kewanitaan atau sebaliknya, pada akhirnya, orang pintar akan membimbing orang-orang ini bekerja yang sesuai dengan kondisi mereka. Setiap orang akan menuju ke kecerdasan, berperan sebagai tokoh sendiri, semua ini merupakan hal yang paling mendasar.</p>
<p>Seluruh kehidupan Atlantis merupakan himpunan keharmonisan yang tak terikat secara universal bagi tumbuh-tumbuhan, mineral, hewan dan sayur-mayur. Setiap orang merupakan partikel bagiannya, setiap orang tahu, bahwa pengabdian mereka sangat dibutuhkan. Di Atlantis tidak ada sistem keuangan, hanya ada aktivitas perdagangan. Kami tidak pernah membawa dompet atau kunci dan sejenisnya. Jarang ada keserakahan atau kedengkian, yang ada hanya kebulatan tekad.</p>
<p>Teknologi yang Tinggi<br />
Di Atlantis ada sarana terbang yang modelnya mirip “piring terbang” (UFO), mereka menggunakan medan magnet mengendalikan energi perputaran dan pendaratan, sarana hubungan jenis ini biasa digunakan untuk perjalanan jarak jauh. Perjalanan jarak pendek hanya menggunakan katrol yang dapat ditumpangi dua orang. Ia mempunyai sebuah mesin yang mirip seperti kapal hidrofoil, prinsip kerja sama dengan alat terbang, juga menggunakan medan energi magnet. Yang lainnya seperti makanan, komoditi rumah tangga atau barang-barang yang berukuran besar, diangkut dengan cara yang sama menggunakan alat angkut besar yang disebut “Subbers.”</p>
<p>Atlantis adalah sebuah peradaban yang sangat besar, kami berkomunikasi menggunakan kapal untuk menyiarkan berita ke berbagai daerah. Sebagian besar informasi diterima oleh “orang pintar” melalui respons batin, mereka memiliki kemampuan menerima dengan cara yang istimewa, ini mirip dengan stasiun satelit penerima, dan sangat akurat. Maka, pekerjaan mereka adalah duduk dan menerima informasi yang disalurkan dari tempat lain. Sebenarnya, dalam pekerjaan, cara saya mengoperasikan kristal besar, juga dikerjakan melalui hati.</p>
<p>Pengobatan yang Maju<br />
Dalam peradaban ini, tidak ada penyakit yang parah. Metode pengobatan yang digunakan, semuanya menggunakan kristal, warna, musik, wewangian dan paduan ramuan, dengan mengembangkan efektivitas pengobatan secara keseluruhan.</p>
<p>Pusat pengobatan adalah sebuah tempat yang banyak kamarnya. Saat penderita masuk, sebuah warna akan dicatat di tembok. Lalu pasien diarahkan ke sebuah kamar khusus untuk menentukan pengobatan. Di kamar pertama, asisten yang terlatih baik dan berpengetahuan luas tentang pengobatan akan mendeteksi frekwensi getaran pada tubuh pasien. Informasi dialihkan ke kamar lainnya. Di kamar tersebut, sang pasien akan berbaring di atas granit yang datar, sedangkan asisten lainnya akan mengatur rancangan pengobatan yang sesuai untuk pasien.</p>
<p>Setelah itu, kamar akan dipenuhi musik terapi, kristal khusus akan diletakkan di pasien. Seluruh kamar penuh dengan wewangian yang lembut, terakhir akan tampak sebuah warna. Selanjutnya, pasien diminta merenung, agar energi pengobatan meresap ke dalam tubuh. Dengan demikian, semua indera yang ada akan sehat kembali, “warna” menyembuhkan indera penglihatan, “aroma tumbuh-tumbuhan” menyembuhkan indera penciuman, “musik yang merdu” menyembuhkan indera pendengaran, dan terakhir, “air murni” menyembuhkan indera perasa. Saat meditasi selesai, harus minum air dari tabung. Energinya sangat besar, bagaikan seberkas sinar, menyinari tubuh dari atas hingga ke bawah. Seluruh tubuh bagai telah terpenuhi. Teknik pengobatan selalu berkaitan dengan “medan magnet” dan “energi matahari” , sekaligus merupakan pengobatan secara fisik dan kejiwaan.</p>
<p>Pendidikan Anak yang Ketat<br />
Saat bayi masih dalam kandungan, sudah diberikan suara, musik serta bimbingan kecerdasan pada zaman itu. Semasa dalam kandungan, “orang pintar” akan memberikan pengarahan kepada orang tua sang calon anak. Sejak sang bayi lahir, orang tua merawat dan mendidiknya di rumah, menyayangi dan mencintai anak mereka. Di siang hari, anak-anak akan dititipkan di tempat penitipan anak, mendengar musik di sana, melihat getaran warna dan cerita-cerita yang berhubungan dengan cara berpikiran positif dan kisah bertema filosofis.</p>
<p>Pusat pendidikan anak, terdapat di setiap tempat. Anak-anak dididik untuk menjadi makhluk hidup yang memiliki inteligensi sempurna. Belajar membuka pikiran, agar jasmani dan rohani mereka bisa bekerja sama. Di tahap perkembangan anak, orang pintar memegang peranan yang sangat besar, pendidik mempunyai posisi terhormat dalam masyarakat Atlantis, biasanya baru bisa diperoleh ketika usia mencapai 60-120 tahun, tergantung pertumbuhan inteligensi. Dan merupakan tugas yang didambakan setiap orang.</p>
<p>Di seluruh wilayah, setiap orang menerima pendidikan sejak usia 3 tahun. Mereka menerima pendidikan di dalam gedung bertingkat. Di depan gedung sekolah terdapat lambang pelangi, pelangi adalah lambang pusat bimbingan. Pelajaran utamanya adalah mendengar dan melihat. Sang murid santai berbaring atau duduk, sehingga ruas tulang belakang tidak mengalami tekanan. Metode lainnya adalah merenung, mata ditutup dengan perisai mata, dalam perisai mata ditayangkan berbagai macam warna. Pada kondisi merenung, metode visualisasi seperti ini sangat efektif. Bersamaan itu juga diberi pita kaset bawah sadar. Saat tubuh dan otak dalam keadaan rileks, pengetahuan mengalir masuk ke bagian memori otak besar. Ini merupakan salah satu metode belajar yang paling efektif, sebab ia telah menutup semua jalur informasi yang dapat mengalihkan perhatian. “Orang pintar” membimbing si murid, tergantung tingkat kemampuan menyerap sang anak, dan memudahkan melihat bakat tertentu yang dimilikinya. Dengan begini, setiap anak memiliki kesempatan yang sama mengembangkan potensinya.</p>
<p>Pemikiran maju yang positif dan frekwensi getaran merupakan kunci utama dalam masa belajar dan meningkatkan/mendorong wawasan sanubari terbuka. Semakin tinggi tingkat frekwensi getaran pada otak, maka frekwensi getaran pada jiwa semakin tinggi. Semakin positif kesadaran inheren, maka semakin mencerminkan kesadaran ekstrinsik maupun kesadaran terpendam. Ketika keduanya serasi, akan membuka wawasan dunia yang positif: Jika keduanya tidak serasi, maka orang akan hanyut pada keserakahan dan kekuasaan. Bagi orang Atlantis, mengendalikan daya pikir orang lain adalah cara hidup yang tak beradab, dan ini tidak dibenarkan.</p>
<p>Dalam buku sejarah kami, kami pernah merasa tidak aman dan tenang. Karakter leluhur kami yang tak beradab masih saja mempengaruhi masyarakat kami waktu itu. Misalnya, memilih binatang untuk percobaan. Namun, kaidah inteligensi dengan keras melarang mencampuri kehidupan orang lain. Meskipun kita tahu ada risikonya, namun kita tidak boleh memaksa atau menghukum orang lain, sebab setiap orang harus bertanggung jawab atas perkembangan sanubarinya sendiri. Pada masyarakat itu, rasa tidak aman adalah demi untuk mendapatkan keamanan. Filsafat seperti ini sangat baik, dan sangat dihormati orang-orang ketika itu, ia adalah pelindung kami.</p>
<p>Kiamat yang Melanda Atlantis<br />
Saya tidak bersuami. Pada waktu itu, orang-orang tidak ada ikatan perkawinan. Jika Anda bermaksud mengikat seseorang, maka akan melaksanakan sebuah upacara pengikatan. Pengikatan tersebut sama sekali tidak ada efek hukum atau kekuatan yang mengikat, hanya berdasarkan pada perasaan hati. Kehidupan seks orang Atlantis sangat dinamis untuk mempertahankan kesehatan. Saya memutuskan hidup bersamanya berdasarkan kesan akan seks, inteligensi dan daya tarik. Di masa itu, seks merupakan sebuah bagian penting dalam kehidupan, seks sama pentingnya dengan makan atau tidur. Ini adalah bagian dari “keberadaan hidup secara keseluruhan”, lagi pula tubuh kami secara fisik tidak menampakkan usia kami, umumnya kami dapat hidup hingga berusia 200 tahun lamanya.</p>
<p>Ada juga yang orang berhubungan seks dengan hewan, atau dengan setengah manusia separuh hewan, misalnya, tubuh seekor kuda yang berkepala manusia. Di saat itu, orang Atlantis dapat mengadakan transplantasi kawin silang, demi keharmonisan manusia dan hewan pada alam, namun sebagian orang melupakan hal ini, titik tolak tujuan mereka adalah seks. Orang yang sadar mengetahui bahwa ini akan mengakibatkan ketidakseimbangan pada masyarakat kami, orang-orang sangat cemas dan takut terhadap hal ini, tetapi tidak ada tindakan preventif. Ini sangat besar hubungannya dengan keyakinan kami, manusia memiliki kebebasan untuk memilih, dan seseorang tidak boleh mengganggu pertumbuhan inteligensi orang lain. Orang yang memilih hewan sebagai lawan main, biasanya kehilangan keseimbangan pada jiwanya, dan dianggap tidak matang.</p>
<p>Teknologi Maju yang Lalim<br />
Pada masa kehidupan saya, kami tahu Atlantis telah sampai di pengujung ajal. Di antara kami ada sebagian orang yang tahu akan hal ini, namun, adalah sebagian besar orang sengaja mengabaikannya, atau tidak tertarik terhadap hal ini. Unsur materiil telah kehilangan keseimbangan. Teknologi sangat maju. Misalnya, polusi udara dimurnikan, suhu udara disesuaikan. Majunya teknologi, hingga kami mulai mengubah komposisi udara dan air. Terakhir ini menyebabkan kehancuran Atlantis.</p>
<p>Empat unsur pokok yakni: angin, air, api, dan tanah adalah yang paling fundamental dari galaksi dan bumi kami ini, basis materiil yang paling stabil. Mencoba menyatukan atau mengubah unsur pokok ini telah melanggar hukum alam. Ilmuwan bekerja dan hidup di bagian barat Atlantis, mereka “mengalah” pada keserakahan, demi kekuasaan dan kehormatan pribadi bermaksud “mengendalikan” 4 unsur pokok. Kini alam tahu, hal ini telah mengakibatkan kehancuran total. Mereka mengira dirinya di atas orang lain, mereka berkhayal sebagai tokoh Tuhan, ingin mengendalikan unsur pokok dasar pada bintang tersebut.</p>
<p>Menjelang Hari Kiamat<br />
Ramalan “kiamat” pernah beredar secara luas, namun hanya orang yang pintar dan yang mengikuti jalan spritual yang tahu penyebabnya. Akhir dari peradaban kami hanya disebabkan oleh segelintir manusia! Ramalan mengatakan: “Bumi akan naik, Daratan baru akan muncul, semua orang mulai berjuang lagi. Hanya segelintir orang bernasib mujur akan hidup, mereka akan menyebar ke segala penjuru di daratan baru, dan kisah Atlantis akan turun-temurun, kami akan kembali ke masa lalu”. Menarik pelajaran, Lumba-lumba pernah memberitahu kami hari “kiamat” akan tiba, kami tahu saat-saat tersebut semakin dekat, sebab telah dua pekan tidak bertemu lumba-lumba. Mereka memberitahu saat kami akan pergi ke sebuah tempat yang tenang, dan menjaga bola kristal, lumba-lumba memberitahu kami dapat pergi dengan aman ke barat.</p>
<p>Banyak orang meninggalkan Atlantis mencari daratan baru. Sebagian pergi sampai ke Mesir, ada juga menjelang “kiamat” meninggalkan Atlantis dengan kapal perahu, ke daratan baru yang tidak terdapat di peta. Daratan-daratan ini bukan merupakan bagian dari peradaban kami, oleh karena itu tidak dalam perlindungan kami. Banyak yang merasa kecewa dan meninggalkan kami, aktif mencari lingkungan yang maju dan aman. Oleh karenanya, Atlantis nyaris tidak ada pendatang. Namun, setelah perjalanan segelintir orang hingga ke daratan yang “aneh”, mereka kembali dengan selamat. Dan keadaan negerinya paling tidak telah memberi tahu kami pengetahuan tentang kehidupan di luar Atlantis.</p>
<p>Saya memilih tetap tinggal, memastikan kristal energi tidak mengalami kerusakan apa pun, hingga akhir. Kristal selalu menyuplai energi ke kota. Saat beberapa pekan terakhir, kristal ditutup oleh pelindung transparan yang dibuat dari bahan khusus. Mungkin suatu saat nanti, ia akan ditemukan, dan digunakan sekali lagi untuk maksud baik. Saat kristal ditemukan, ia akan membuktikan peradaban Atlantis, sekaligus menyingkap misteri lain yang tak terungkap selama beberapa abad.</p>
<p>Saya masih tetap ingat hari yang terpanjang, hari terakhir, detik terakhir, bumi kandas, gempa bumi, letusan gunung berapi, bencana kebakaran. Lempeng bumi saling bertabrakan dengan keras. Bumi sedang mengalami kehancuran, orang-orang di dalam atap lengkung bangunan kristal bersikap menyambut saat kedatangannya. Jiwa saya sangat tenang. Sebuah gedung berguncang keras. Saya ditarik seseorang ke atas tembok, kami saling berpelukan. Saya berharap bisa segera mati. Di langit asap tebal bergulung-gulung, saya melihat lahar bumi menyembur, kobaran api merah mewarnai langit. Ruang dalam rumah penuh dengan asap, kami sangat sesak. Lalu saya pingsan, selanjutnya, saya ingat roh saya terbang ke arah terang. Saya memandang ke bawah dan terlihat daratan sedang tenggelam. Air laut bergelora, menelan segalanya. Orang-orang lari ke segala penjuru, jika tidak ditelan air dahsyat pasti jatuh ke dalam kawah api. Saya mendengar dengan jelas suara jeritan. Bumi seperti sebuah cerek air raksasa yang mendidih, bagai seekor binatang buas yang kelaparan, menggigit dan menelan semua buruannya. Air laut telah menenggelamkan daratan.</p>
<p>Sumber Kehancuran<br />
Lewat ingatan Inggrid Benette, diketahui tingkat perkembangan teknologi bangsa Atlantis, berbeda sekali dengan peradaban kita sekarang, bahkan pengalamannya akan materiil berbeda dengan ilmu pengetahuan modern, sebaliknya mirip dengan ilmu pengetahuan Tiongkok kuno, berkembang dengan cara yang lain. Peradaban seperti ini jauh melampaui peradaban sekarang. Mendengarnya saja seperti membaca novel fiktif. Bandingkan dengan masa kini, kemampuan jiwa bangsa Atlantis sangat diperhatikan, bahkan mempunyai kemampuan supernormal, mampu berkomunikasi dengan hewan, yang diperhatikan orang sekarang adalah pintar dan berbakat, dicekoki berbagai pengetahuan, namun mengabaikan kekuatan dalam.</p>
<p>Bangsa Atlantis mementingkan “inteligensi jiwa” dan “tubuh” untuk mengembangkan seluruh potensi terpendam pada tubuh manusia, hal ini membuat peradaban mereka bisa berkembang pesat dalam jangka panjang dan penyebab utama tidak menimbulkan gejala ketidakseimbangan. Mengenai punahnya peradaban Atlantis, layak direnungkan orang sekarang. Plato menggambarkan kehancuran Atlantis dalam dialognya sebagai berikut:</p>
<p>“Hukum yang diterapkan Dewa Laut membuat rakyat Atlantis hidup bahagia, keadilan Dewa Laut mendapat penghormatan tinggi dari seluruh dunia, peraturan hukum diukir di sebuah tiang tembaga oleh raja-raja masa sebelumnya, tiang tembaga diletakkan di tengah di dalam pulau kuil Dewa Laut. Namun masyarakat Atlantis mulai bejat, mereka yang pernah memuja dewa palsu menjadi serakah, maunya hidup enak dan menolak kerja dengan hidup berfoya-foya dan serba mewah.”</p>
<p>Plato yang acap kali sedih terhadap sifat manusia mengatakan:<br />
“Pikiran sekilas yang suci murni perlahan kehilangan warnanya, dan diselimuti oleh gelora nafsu iblis, maka orang-orang Atlantis yang layak menikmati keberuntungan besar itu mulai melakukan perbuatan tak senonoh, orang yang arif dapat melihat akhlak bangsa Atlantis yang makin hari makin merosot, kebajikan mereka yang alamiah perlahan-lahan hilang, tapi orang-orang awam yang buta itu malah dirasuki nafsu, tak dapat membedakan benar atau salah, masih tetap gembira, dikiranya semua atas karunia Tuhan.”</p>
<p>Hancurnya peradaban disebabkan oleh segelintir manusia, banyak yang tahu sebabnya, akan tetapi sebagian besar orang mengabaikannya, maka timbul kelongsoran besar, dalam akhlak dan tidak dapat tertolong. Maka, sejumlah kecil orang berbuat kesalahan tidak begitu menakutkan, yang menakutkan adalah ketika sebagian besar orang “mengabaikan kesalahan”, hingga “membiarkan perubahan” selanjutnya diam-diam “menyetujui kejahatan”, tidak dapat membedakan benar dan salah, kabar terhadap kesalahan mengakibatkan kesenjangan sifat manusia, moral masyarakat merosot dahsyat, mendorong peradaban ke jalan buntu.</p>
<p>Kita sebagai orang modern, dapatlah menjadikan sejarah sebagai cermin pelajaran, merenungi kembali ilmu yang kita kembangkan, yang mengenal kehidupan hanya berdasarkan pengenalan yang objektif terhadap dunia materi yang nyata, dan mengabaikan hakikat kehidupan dalam jiwa. Makna kehidupan sejati, berangsur menjadi bisnis memenuhi nafsu materiil, seperti ilmuwan Atlantis, segelintir orang tunduk pada keserakahan, tidak mempertahankan kebenaran, demi kekuasaan dan kemuliaan, mengembangkan teknologi yang salah, merusak lingkungan hidup. Apakah kita sedang berbuat kesalahan yang sama?</p>
<p>- mayapadaprana@yahoogroups.com<br />
- http://golden-era.blogspot.com<br />
- www.malesbanget.com<br />
- serta dari berbagai sumber</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bayi.blog.friendster.com/2007/08/atlantis-sebuah-misteri-yang-abadi/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Free Video Editing Software for Linux</title>
		<link>http://bayi.blog.friendster.com/2007/05/free-video-editing-software-for-linux/</link>
		<comments>http://bayi.blog.friendster.com/2007/05/free-video-editing-software-for-linux/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 25 May 2007 16:55:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bayi</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bayi.blog.friendster.com/2007/05/free-video-editing-software-for-linux/</guid>
		<description><![CDATA[
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[</p>
<p><span style="font-size: 1.2em">Sekedar share info tentang software gratis buat rekan2 yg disini jika punya usaha komersial dibidang video editing yang pake OS Linux.</span></p>
</p>
<p><span style="font-size: 1.2em"><strong>Avidemux</strong><br />Avidemux is a free video editor designed for simple cutting, filtering and encoding tasks. It supports many file types, including AVI, DVD compatible MPEG files, MP4 and ASF, using a variety of codecs. Tasks can be automated using projects, job queue and powerful scripting capabilities. It is reffered to as the closest thing to VirtualDubMod there is for linux.</span><br /><a href="http://fixounet.free.fr/avidemux/"><span style="font-size: 1.2em">Homepage</span></a></p>
<p><span style="font-size: 1.2em"><strong>Blender</strong><br />Blender is an open source software 3D animation program. It can be used for modelling, uv unwrapping, texturing, rigging, skinning, animating, rendering, particle and other simulating, non-linear editing, compositing, and creating interactive 3D applications. Blender is available for several operating systems, including Microsoft Windows, Mac OS X, Linux, IRIX, Solaris, FreeBSD, SkyOS, MorphOS and Pocket PC. Blender has a robust feature set similar in scope and depth to other high-end 3D software such as Softimage|XSI, Cinema 4D, 3ds Max and Maya. These features include advanced simulation tools such as rigid body dynamics, fluid dynamics, and softbody dynamics, modifier based modeling tools, powerful character animation tools, a node based material and compositing system and an embedded scripting engine based on Python.</span><br /><a href="http://www.blender.org/"><span style="font-size: 1.2em">Homepage</span></a></p>
<p><span style="font-size: 1.2em"><strong>Cinelerra</strong><br />Cinelerra, the first Linux based real-time editing and special effects system is a revolutionary Open Source HD media editing system. Long developed by Heroine Warrior with vital assistance from LMA, Cinelerra gives you real-time 1080p editing and compositing power on a state-of-art Linux video workstation. Developed for AMD64 OPTERON technology, the LMA CINELERRA system is a powerful and highly productive workstation for adding cost effective hardware and Linux software for Video and film production studios. The LMA CINELERRA system will support SMPTE-292 and SMPTE-259 native 10-bit resolution - the maximum resolution allowed in SMPTE SDI standards on OPTERON. CINELERRA was the first media editing system ported to support the AMD OPTERON 64 bit technology. CINELERRA has a number of effects built into the system including numerous telecine effects, video special effects including compositing, and a complete audio effects system. Cinelerra is featured on the APRO, the first 64 Bit Intellistation ever offered by IBM.</span><br /><a href="http://heroinewarrior.com/cinelerra.php3"><span style="font-size: 1.2em">Homepage</span></a><span style="font-size: 1.2em">&nbsp; &nbsp;</span><a href="http://cvs.cinelerra.org/"><span style="font-size: 1.2em">Other Source</span></a></p>
<p><span style="font-size: 1.2em"><strong>FFMpeg</strong><br />FFmpeg is a collection of free software that can record, convert and stream digital audio and video. It includes libavcodec (a leading audio/video codec library), and libavformat (a leading audio/video container mux and demux library). FFmpeg is developed under Linux, but it can be compiled under most operating systems, including Windows. The project was started by Gerard Lantau, a pseudonym of Fabrice Bellard, and is now maintained by Michael Niedermayer. It is notable that most FFmpeg developers are also part of the MPlayer project, the VLC/VideoLAN project, plus one member of the xine project, and that FFmpeg is hosted at the MPlayer project server.</span><br /><a href="http://aldorandenet.free.fr/codecs/"><span style="font-size: 1.2em">Homepage</span></a></p>
<p><span style="font-size: 1.2em"><strong>Jashaka</strong><br />Jahshaka aims to become a cross-platform, open source, free, video editing, effects, and compositing suite. It is currently in alpha stage, supporting realtime effects rendering, but lacking useful implementations of many features such as the non-linear editing system. It is written using Trolltech’s Qt, but its user interface is written using an OpenGL library to create GUIs.</span><br /><a href="http://www.jahshaka.org/"><span style="font-size: 1.2em">Homepage</span></a></p>
<p><span style="font-size: 1.2em"><strong>Kdenlive</strong><br />Kdenlive is a video editing GUI for KDE using the MLT video framework. Kdenlive provides dual video monitors, a multi-track timeline and clip list. Other features include customizable layout support, basic effects and transitions.</span><br /><a href="http://kdenlive.sourceforge.net/index.php"><span style="font-size: 1.2em">Homepage</span></a></p>
<p><span style="font-size: 1.2em"><strong>Kino</strong><br />Kino is a non-linear DV editor for GNU/Linux. It features excellent integration with IEEE-1394 for capture, VTR control, and recording back to the camera. It captures video to disk in Raw DV and AVI format, in both type-1 DV and type-2 DV (separate audio stream) encodings.</span><br /><a href="http://www.kinodv.org/"><span style="font-size: 1.2em">Homepage</span></a></p>
<p><span style="font-size: 1.2em"><strong>Lives</strong><br />LiVES began in 2002 as the Linux Video Editing System. Since it now runs on more operating systems, LiVES is a Video Editing System. It is designed to be simple to use, yet powerful. It is small in size, yet it has many advanced features.</span><br /><a href="http://lives.sourceforge.net/"><span style="font-size: 1.2em">Homepage</span></a></p>
<p><span style="font-size: 1.2em"><strong>Pitivi</strong><br />PiTiVi is an open source video editor, written in Python and based on GStreamer and GTK+. PiTIVi provides several ways of creating and modifying a timeline. Ranging from a simple synopsis view (a-la iMovie) to the full-blown editing view (aka Complex View) which puts you in complete control of your editing.</span><br /><a href="http://www.pitivi.org/"><span style="font-size: 1.2em">Homepage</span></a></p>
<p><span style="font-size: 1.2em"><strong>Thoggen</strong><br />Thoggen is a DVD backup utility (’DVD ripper’) for Linux, based on GStreamer and Gtk+. Thoggen is designed to be easy and straight-forward to use. It attempts to hide the complexity many other transcoding tools expose and tries to offer sensible defaults that work okay for most people most of the time. Supports title preview, picture cropping, and picture resizing. Language Selection for audio track (no subtitle support yet though). Encodes into Ogg/Theora video. Can encode from local directory with video DVD files</span><br /><a href="http://thoggen.net/"><span style="font-size: 1.2em">Homepage</span></a></p>
</p>
<p><span style="font-size: 1.2em">Diambil dari </span><a href="http://jaypeeonline.net/?p=217"><span style="font-size: 1.2em">JaypeeOnline</span></a><span style="font-size: 1.2em"> dan beberapa sumber</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bayi.blog.friendster.com/2007/05/free-video-editing-software-for-linux/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Beberapa Catatan Misteri Segitiga Bermuda</title>
		<link>http://bayi.blog.friendster.com/2007/04/beberapa-catatan-misteri-segitiga-bermuda/</link>
		<comments>http://bayi.blog.friendster.com/2007/04/beberapa-catatan-misteri-segitiga-bermuda/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 10 Apr 2007 17:10:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bayi</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bayi.blog.friendster.com/2007/04/beberapa-catatan-misteri-segitiga-bermuda/</guid>
		<description><![CDATA[
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 1.2em">Kisah buruk Segitiga Bermuda sudah ada pada abad yang lalu, abad sebelum itu, dan bahkan jauh sebelum pada zamannya orang pertama yang berlayar di wilayah itu, Christoher Columbus. Columbus berlayar melalui laut argasso, suatu kawasan samar-samar legendaris lainnya, dan Segitiga Bermuda pada perjalanan pertamanya ke dunia baru pada tahun1942.</p>
<p>Para anak buahnya dihantui oleh keanehan laut Sargasso dan dilemahkan oleh peristiwa-peristiwa yg terjadi sewaktu mereka melintasi Segitiga itu panah api yang jatuh ke laut, gerakan-gerakan kompas yang tidak biasa, dan cahaya yang tampak di tempat yang jauh pada suatu malam. Meskipun catatan-catatan berserakan dan tidak lengkap, ada dokumen mengenai empat kapal Angkatan Laut Amerika yang hilang tanpa penjelasan antara tahun1781-1812. Pada tahun 1840, Rosalie, kapal Prancis yang besar, ditemukan telantar dekat Nassau, layar-layarnya masih terpasang, muatannya yang sangat berharga masih utuh, dan segala sesuatunya dalam keadaan teratur. Bella, Kapal yang ditinggalkan secara misterius, ditemukan pada tahun 1854.</p>
<p>Salah satu misteri terbesar di laut adalah hilangnya kapal Atalanta pada tahun 1880. Kapal itu meninggalkan Bermuda pada bulan Januari menuju Inggris dengan awak kapal yang terdiri dari 300 orang kadet dan perwira, dan tidak pernah terlihat lagi. Meskipun diadakan penjagaan ketat oleh sebuah armada besar kapal yang berlayar melintasi samudra dalam formasi dan jarak yang memungkinkan awak masing-masing kapal dpt saling melihat, tidak ada satu pun pecahan kapal, tiang atau sekoci penolong dari Atalanta yang pernah ditemukan. Namun terjadi kekecualian terjadi pada bulan Februari 1953, ketika kapal pengangkut barang yang menuju Jamaika dari York, Inggris, mengirim SOS sewaktu berada di Segitiga Bermuda. Setelah pesan itu tiba-tiba terhenti tanpa penjelasan, dilancarkanlah suatu pencarian, tetapi tidak ada apa-apa yang ditemukan. Kemudian ada laporan resmi dari London yang mengatakan, &quot;penyebabnya tidak dapat dipastikan&quot;.</p>
<p>Jumlah kehilangan yang luar biasa selalu terjadi menjelang Natal, dan para ahli belum mengetahui mengapa Segitiga itumenjadi semakin gawat setiap menjelang akhir tahun. Salah satu aspek yang paling membingungkan tentang kehilangan-kehilangan itu adalah kegagalan yang selalu dialami para pencari untuk menemukan jenasahnya. Biasanya satu atau lebih jenasah akan hanyut ke pantai setelah kecelakaan kapal, tetapi ini tidak pernah terjadi di Segitiga Bermuda. Karena kebanyak insiden yang terjadi dalam jarak yang memungkinkan untuk di lihat dari daratan, tidak adanya tubuh manusia yang ditemukan benar-benar membingungkan.</p>
<p>Pada tahun 1965, sebuah pesawat Angkatan Udara C-119 lenyap sewaktu terbang dalam cuaca cerah dari LANUD AU Home-stead ke Grand Turk Island. Suatu pesan yang aneh dan kacau di terima oleh operator menara di Grand Turk hampir tepat pada saat pesawat itu mestinya sudah jatuh. Ada spekulasi bahwa salah satu UFO yang dilihat oleh Gemini IV mungkin telah memainkan peranan dalam hilangnya pesawat tersebut. Ada juga yang berpendapat bahwa penyimpangan-penyimpangan yang terjadi di Bermuda mungkin berupa belokan ruang, dan bahawa kapal-kapal yang hilang itu mungkin terperangkap dalam dimensi ke empat. Ada juga yang berspekulasi bahwa para awak kapal itu mungkin masih hidup, sama umurnya dengan ketika mereka pergi, dan akan dapat mengungkap rahasia apa yang ada di tepi, sebelah sana Segitiga Bermuda yang gelap itu. Ada dua tempat di bumi di mana kompas menunjukkan ke arah utara yang benar di segitiga Bermuda dan wilayah lepas pantai Jepang yang di kenal dengan laut Setan, yang angka kehilangannya juga tinggi. Antara tahun 1950-1954 sekurang-kurangnya sembilan kapal lenyap di laut Setan. Kapal-kapal itu adalah kapal besar pengangkut barang dengan mesin-mesin dan radio berkekutan besar pula, bukan perahu-perahu kecil. Akan tetapi penemuan dan penyelidikan dari pemerintah Jepang menemukan bahwa di laut tersebut di ketemukan sebuah gunung api baru. Yang kemudian laut tersebut ditutup dan diumumkan secara resmi sebagai laut berbahaya. Satu kapal penyelidik Jepang tenggelam dalam peristiwa penyelidikan ini.</p>
<p>Angakatan Laut Amerika, dalam operasi yang dikelompok-kelompokkan yang dikenal sebagai Project Magnet, telah melakukan penyelidikan geomagnetis yang luas, yang memperbaharui banyak ukuran yang sudah berumur lebih dari 30 tahun. Diduga proyek tersebut juga melaksanakan tugas-tugas lain, termasuk pesan-pesan dari luar angkasa dan menyelidiki Teori &quot;ikatan yang hilang&quot;. </p>
<p>Sebenarnya tempat misteri ini tak benar bila dikatakan segitiga, sebab batas-batas dari petunjuk kapal-kapal atau pesawat terbang yang hilang lebih dari bentuk segitiga itu. Segitiga itupun hanya merupakan imajinasi saja. Bila kita ambil peta, kita buka di bagian Amerika Tengah, di sana terdapat banyak kepulauan Hindia Barat. Untuk mengetahui bagaimana bentuk dari Segitiga Bermuda itu, kita tarik garis dari kota Miami ke kota San Juan di Puerto Rico; dari San Juan ke pulau Bermuda; dan kembali ke Miami di daerah Florida, Amerika. Meskipun sebenarnya misteri Segitiga Bermuda ini “milik” orang Amerika, tak apalah kita turut memperbincangkannya. Sebenarnya tempat semacam ini ada pula di tempat lain,juga diAmerika, yaitu disebuah danau yang bernama Ontario, bahkan lebih “mengerikan” dari Segitiga Bermuda.</p>
<p>Dari berbagai kesimpulan, jarum kompas dan peralatan pesawat yang akan hilang selalu mendapat gangguan dan mereka seperti tak melihat air dan dari gejalan ini disimpulkan, di dasar laut sana tentu terdapat sebuah medan magnetik yang kuat sekali, yang sanggup mengganggu kompas atau menarik kapal itu sampai ke dasar laut yang dalam.</p>
<p>Tak cukup bila saya menguraikan seluruh peristiwa, dan itu juga tak menjurus pada masalah penyelesaian. Tetapi mengenai peristiwa bentuk gaib di Segitiga bermuda ini dapat dikemukakan dan mungkin teori-teori yang banyak mengenai Segitiga Bermuda. Mungkin di udara terdapat semacam gangguan atmosfir yang berupa “lubang di langit”. Ke lubang itulah pesawat terbang masuk tanpa sanggup untuk keluar lagi. Dari misteri &quot;Lubang di Langit&quot; ini membentuk sebuah teori tentang adanya semacam perhubungan antara dunia dengan dimensi lain. lubang di Langit itu dianggap semacam alat transportasi seperti tampak di film Star Trek. Ataukah bentuk Lubang di Langit itu UFO? Orang sering menghubungkan hilangnya pesawat kita dengan munculnya UFO. Lantas, apakah hilangnya mereka itu karena diculik oleh UFO? Malah hasilnya hanya mendapat pertanyaan tanpa jawaban.</p>
<p>Ada tempat di Segitiga Bermuda yang disebut Tongue of the Ocean atau “Lidah Lautan”. Lidah Lautan mempunyai jurang bawah laut (Canyon) Bahama. Ada beberapa peristiwa kecelakaan di sana. Tidak banyak yang belum diketahui tentang Segitiga Bermuda, sehingga orang menghubungkan misteri Segitiga Bermuda ini dengan misteri lainnya. Misalnya saja misteri Naga Laut yang pernah muncul di Tanjung Ann, Massachussets AS, pada bulan Agustus 1917. Mungkinkah naga laut ini banyak meminta korban itu? Ataukah arus Cromwell di Lautan Pasifik yang menyebabkan adanya gelombang lautan disitu atau angin topan, gempa bumi di dasar lautan? Tak ada orang yang tahu.</p>
<p>Konon di sekitar kepulauan Bahama terdapat Blue Hole, yaitu semacam gua lautan. Dulu gua ini memang sungguh ada, tetapi setelah jaman es berlalu, gua ini terendam. Arus didalamnya sangat kuat dan sering membuat pusaran yang berdaya hisap. banyak kapal-kapal kecil atau manusia yang terhisap ke dalam blue hole itu tanpa daya, dan anehnya kapal-kapal kecil yang terhisap itu akan muncul kembali ke permukaan laut selang beberapa lama. Tapi yang menimbulkan pertanyaan ialah: Mungkinkah Blue Hole ini sanggup menelan kapal raksasa ke dasar lautan?</p>
<p>Misteri lain yang masih belum terungkap adalah misteri Makhluk Laut Sargasso, yang bukan semata-mata khayalan. Di Lautan Sargasso itu banyak kapal yang tak pernah sampai ke tujuannya dan terkubur di dasar laut itu. Di sana terhimpun kapal-kapal dari berbagai jaman, harta karun, mayat tulang belulang manusia. Luas Laut Misteri Sargasso ini 3650 km untuk panjang dan lebarnya 1825 km, dan di sekelilingnya mengalir arus yang kuat sekali, sehingga membentuk pusaran yang sangat luas yang berputar perlahan-lahan searah jarum jam. Didasar lautnya terdapat pegunungan yang banyak dan mempunyai tebing dan ngarai yang terjal.</p>
<p>Segitiga Bermuda memang menarik, sekaligus menakutkan. Konon perairan Karibia merupakan tempat yang banyak menyimpan keanehan-keanehan, seperti cahaya-cahaya yang tak jelas asalnya, bayangan-bayangan yang menakutkan, yang keluar masuk permukaan laut, bentuknya tak jelas tapi lebih besar dari ikan paus. Bentuknya seperti ubur-ubur raksasa dengan warna kulit keputihan dan pernah dilihat oleh dua orang (jadi bukan halusinasi). “Ubur-ubur raksasa” itu seperti mampu mengganggu jarum kompas dan menyerap energi fisik. Mungkin “ubur-ubur raksasa” itu bukan binatang, melainkan pangkalan UFO yang dapat keluar masuk dari dalam laut. Keanehan lain di dekat pulau Puerto Rico, tampak suatu pancaran air raksasa yang membentuk cendawan atau kembang kol. Laut di tempat itu mempunyai kedalaman sampai 10 km. Kejadian ini sempat dilihat oleh awak pesawat Boeing 707 pada tanggal 11 April 1963. Menurut mereka cendawan air itu mempunyai garis tengah selebar 900-1800 meter dengan ketinggian separuhnya. Mungkin itu hanya percobaan nuklir dari negara Amerika atau lainnya? Tapi pihak Amerika tidak membenarkannnya, sebab tak mungkin mencoba bom di jalur penerbangan. Mungkin ledakan itu berasal dari kapal selam nuklir Thresher yang hilang sehari sebelumnya, tapi lokasi hilangnya kapal selam itu ribuan km dari sana.</p>
<p>Ada sebuah tempat di perairan Boca Raton, yang di sana terdapat sebuah pipa bergaris tengah 20 cm. Jelas bukan milik Amerika (untuk lebih lanjut: Orang Bumi). Peristiwa ini dilihat oleh suami istri Lloyd Wingfields. Mereka melihat sebuah tiang asap disana, dan ketika didekati oleh mereka, tampak sebuah pipa yang muncul dari dasar laut yang merupakan sumber keluarnya asap itu. Asap itu sendiri tak mengeluarkan bau dan berwarna kekuning-kuningan. Mungkinkah pipa itu tertancap dari sumber api di dasar laut? Pangkalan UFO di dasar lautkah yang menyebabkannya? Lagipula kedalaman laut itu cukup dalam, sehingga mereka tak berani menyelam untuk melihat lebih lanjut, juga mereka melihat (sesudahnya) sebuah helikopter yang mengalami kerusakan mesin dan berusaha mendarat darurat di laut. Melihat kenyataan-kenyataan yang ada dan bukti yang dapat dipertahankan itu, timbullah berbagai macam bentuk teori yang mungkin berbeda satu sama lain. Teori-teori yang pernah dikemukakan untuk membuka misteri hilangnya kapal itu, antara lain:<br />- Adanya bahaya alam/gempa yang dapat menarik kapal tersedot. <br />- Adanya bermacam-macam arus yang berkumpul di daerah Segitiga Bermuda itu, sehingga mungkin saja arus bawah tiba-tiba berubah ke permukaan dan menyebabkan pusaran air. </p>
<p>Ditemukan Blue Hole, tapi masih diragukan, karena kapal yang besar seperti tanker/kapal induk tak mungkin mampu disedot oleh Blue Hole. Terjadi gempa yang menyebabkan tanah retak besar dan air membentuk pusaran dan menyedot kedalamnya. Adanya puting beliung atau pusaran angin yang dapat menyebabkan hancurnya sebuah pesawat terbang karena dihempaskan. </p>
<p>Ulasan lain, di daerah Kutub Selatan ada sebuah lubang besar yang menghubungkan dunia luar dengan dunia lain (entah benar atau tidak). Pernah ada orang bernama Admiral Bryd, melihat dari kapal terbang ke Barat di kutub selatan sebelah darat menghijau dengan danau yang tak membeku dan binatang liar mirip bison dan melihat seperti manusia-manusia purba. Sebagai ilmuwan Bryd melaporkan pristiwa itu, tapi tak ada yang mempercayainya.</p>
<p>Pernahkah anda mendengar kisah alien abduction yang dialami oleh Herbert Schirmer yang mempunyai pangkalan di lepas pantai Florida (Segitiga Bermuda) dan salah satu kutub bumi? Mungkin tempat itu merupakan pangkalan UFO yang bertujuan kurang baik?</p>
<p>Kitapun mempunyai hal yang sama seperti Segitiga Bermuda, yaitu kisah misteri Nyai Roro Kidul, sayangnya hal itu tak pernah diselidiki secara ilmiah. Apakah di sana juga terdapat pangkalan UFO? Laut Selatan dipercaya orang sebagai tempat tinggal jin. Sebuah buku karangan Muhammad Isa Dawud yang berjudul &quot;Dialog dengan Jin Muslim&quot; mengemukakan bahwa segitiga bermuda merupakan kawasan hunian para jin (halaman 83-96).</p>
<p>Apakah pesawat dan kapal yang hilang di segitiga bermuda &quot;ditransfer&quot; ke dimensi lain? Adakah hubungan segitiga bermuda dengan Atlantis? Adakah hubungan dengan &quot;chupacabra&quot; yang dijumpai di Puerto Rico (dekat Segitiga Bermuda)? Dan yang unik adalah, segitiga bermuda cukup dekat dengan peluncuran roket NASA (Florida)?</p>
<p>Fakta tentang kejadian misterius di Segitiga Bermuda adalah terjadi pada Perang Dunia II telah usai tahun 1945 ditandai dengan kemenangan Amerika dan sekutunya atas Hitler (Jerman) dan Jepang. Trauma atas pembataian jutaan yahudi oleh Hitler di Jerman membuat perhatian dunia tercurah pada perlindungan hak-hak azasi manusia.Sehingga masalah lain tidak mendapat perhatian. Sebuah kejadian misterius terjadi pada saat perang. Yaitu menghilangnya satu skuadron Pesawat tempur milik Amerika disekitar Kepulauan Bermuda. Pihak militer Amerika menutup - nutupi masalah ini, sehingga tak ada yang peduli atau mengetahui dengan jelas masalah ini. Bahkan peristiwa ini hanya diketahui orang - orang tertentu di militer. Hingga sekitar tahun 80-an masyarakat sekitar membuka mulut tentang hilangnya kapal - kapal yang berlayar disekitar perairan Bermuda.Ternyata banyak kasus hilangnya kapal tersebut baik setelah maupun sebelum Perang Dunia II. Akhirnya beberapa mantan petinggi militer AS yang mengetahui tentang hilangnya satu skuadron pesawat tempur itu mulai angkat bicara. Mereka mengatakan bahwa ada rekaman pembicaraan antara komandan skuadron itu dengan salah satu markas militer AS. Sesaat sebelum putus hubungan, Komandan skuadron itu mengatakan bahwa pada waktu terbang diatas perairan Bermuda, waktu itu cuaca sedang cerah, tiba-tiba mereka mengalami fenomena aneh. Mereka seperti memasuki suatu daerah yang asing. lalu mereka mulai panik dan kehilangan komunikasi dengan markas. Lalu markas mencoba mencarinya didaerah tersebut tapi tidak diketemukan. Apa yang sebenarnya terjadi? Apakah kecelakaan? Jika kecelakaan, mengapa pesawatnya tidak ditemukan? Fenomena apakah ini? Adakah campur tangan mahluk asing (Alien / Jin / Hantu)? Ataukah Fenomena yang terjadi secara alami? Banyak pertanyaan yang dapat diajukan dan perlu dijawab.Dan banyak pula jawaban yang telah diberikan. Baik sekedar cerita tahayul (legenda), Cerita yang dihubung-hubungkan dengan agama, cerita yang (katanya) diceritakan oleh Jin, maupun hasil penelitian secara ilmiah yang dilakukan oleh para ahli. Namun sampai saat ini cerita - cerita itu sulit dibuktikan kebenarannya. Begitupun dengan hasil penelitian para ahli yang masih sangat jauh dari memuaskan. Mungkin anda punya pendapat sendiri tentang kejadian itu&#8230;??</p>
<p>Banyak yang menganggap bahwa Segitiga Bermuda adalah Segitiga Setan (Devil Triangle). Tapi apakah memang demikian adanya..??? Kapal - kapal laut besar yang tiba-tiba hilang tanpa jejak, pesawat-pesawat udara yang hilang tak berbekas, bahkan ada pula yang meledak tanpa ada tanda-tanda kerusakan apapun. Banyak kejadian aneh yang sepertinya tidak masuk akal, bahkan legenda yang menyelimuti tempat itu dapat di trace back sampai ke masa Christopher Colombus.</p>
<p>Sampai saat ini sudah lebih dari 1000 orang hilang di segitiga laut Atlantik, antara kota Bermuda, Miami dan San Juan, Puerto Rico. Ini telah menjadi tempat `langganan` hilangnya ratusan kapal dan pesawat, dan berbagai macam jenis bangkai kapal ditemukan ditempat ini. Ribuan laporan tentang hilangnya pesawat, kejadian-kejadian yang tidak dapat dijelaskankan, semuanya dapat di lihat dari pertengahan abad ke 19.</p>
<p>Karena terlalu seringnya kapal-kapal yang hilang di laut tempat itupun dijuluki dengan Devil`s Triangle. Nama kapal-kapal yang `hilang` di perairan tersebut antara lain, 1872: perahu bernama The Mary Celeste, tahun 1945: hilangnya 5 Angkatan Laut -Flight 19, tahun 1947: Army C-45 Superfort hilang setelah tinggal landas 100 mil dari Bermuda, tahun 1948: pesawat Four-engined Tudor IV hilang bersama 31 nyawa penumpangnya, tahun 1948: Pesawat DC-3 hilang bersama 32 penumpang dan awak kapalnya, tahun 1949: Tudor IV hilang untuk kedua kalinya. Kemudian tahun 1950: Giant US Air Force Globemaster hilang, tahun 1950: pesawatan barang Amerika SS Sandra (350 ft), tenggelam tanpa jejak, tahun 1952: Pesawat Transport Inggris hilang dengan penumpang 33 orang hilang tanpa jejak. Masih banyak daftar pesawat-pesawat lain dari Perancis dan Jerman yang hilang ditempat itu.</p>
<p>Ditempat ini juga dikabarkan sering terlihat benda-benda angkasa luar, meteor atau bintang jatuh, bahkan ada yang mengaku sering terlihat UFO bersliweran di tempat tersebut. Dalam catatan Christopher Colombus, menuliskannya sebagai bola cahaya yang jatuh dari langit dalam jurnal hariannya, beberapa orang dalam . Seorang ahli sejarah dari Jerman Dr. Michael Preisinger, mengatakan bahwa ada kemungkinan segitiga bermuda tersebut merupakan `pintu gerbang`, dari alam lubang cacing alam semesta atau yang lebih dikenal dengan sebutan Worm Holes. Para ilmuwan yang diberikan data-data mengenai daya magnetik yang berada di pantai Bermuda tersebut mungkin saja terjadi karena micro-wormholes. Begitu juga dengan Prof. John Wheeler, dari Princeton, dia juga yakin bahwa Worm Holes itu ada di segitiga bermuda, bahkan mungkin menjadi lorong tempat singgah atau transit tunnels antara dua dimensi yang berbeda, yang mungkin saja hanya merupakan celah kecil, 0.0000 (0-nya sampai 33 kali) sekian saja, dalam ukuran giga point. Mereka dapat berkedip-kedip sehingga menimbulkan anti-matter. Begitu juga dengan Professor Tsung-Min Gung, dari Universitas Tokyo, yang mengatakan kalau memang ada worm holes di sana, kemungkinan memang daya magnetik bumi akan seperti data-data yang disiapkan Dr. Preisinger.</p>
<p>Ada juga yang mengaitkan keberadaan Segitiga bermuda tersebut dengan keberadaan sebuah tempat yang bernama Atlantis. Kejadian-kejadian yang non supranatural, juga sering terjadi seperti badai yang aneh, arus ombak yang luar biasa di teluk yang berarus kencang, dan pergeseran dasar laut yang berubah dengan cepat. Tempat ini juga merupakan daerah yang sangat jarang karena ditempat inilah daya magnet bumi bagian utara bertabrakan dengan magnet kutub utara. Ini akan membuat seorang penerbang akan kliyengan kehilangan arah.</p>
<p>Ratusan kapal laut sudah hilang tanpa jejak di wilayah kecil di lepas pantai Amerika. Wilayah itu sangat boleh jadi tempat pendaratan UFO yang penuh medan magnet, perusak kompas dan alat navigasi elektronik lainnya. Tapi mungkin juga lubang ruang waktu yang menyedot hilang semua materi, seperti black hole. Atau mungkin memang tempat pusaran air yang luar biasa besarnya. Apa pun teori penjelasan yang disusun, daerah itu tetap misterius.</p>
<p>Dulu ketika samudera masih diarungi para pelaut pemberani dengan kapal kayu, sudah ada yang menuturkan tentang suatu wilayah di Samudera Atlantik yang tidak beres. Itu Laut Sargaso yang kadang-kadang tidak ada anginnya yang bertiup sedikit pun sampai lama sekali, sehingga kapal layar zaman itu tidak maju-maju. Padahal laut penuh dengan ganggang raksasa yang daunnya mengapung seperti tangan-tangan ribuan ular naga. Tamatlah riwayat kapal yang terlalu lama mandek, karena sementara itu dindingnya sudah ditumbuhi ganggang raksasa berdaun seperti tangan-tangan ular naga. Akhir awak kapal kayu semacam itu ialah kelaparan dan mati pelan-pelan. Begitu pula dengan kapal hantu yang tetap mengapung di laut tetapi tidak ada seorang awak pun yang mengemudikannya. Kapal itu mungkin sudah ditinggalkan oleh awaknya yang mencoba berenang mencapai pantai, tapi tidak berhasil. Sebab, tidak ada sisanya secuil pun. </p>
<p>Kisah semacam itu tidak diragukan lagi hanya didengarkan (atau dibaca) sebagai legenda, tapi tidak dipercaya. Namun, anehnya sampai sekarang pun masih saja ada yang beredar, dan dibaca atau diperbincangkan dalam pertemuan-pertemuan ilmiah. Kadang tentang kapal yang terbalik karena salah menempatkan muatan dalam palka kapal. Atau tentang kapal yang tiba-tiba kehilangan arah dalam cuaca yang tiba-tiba saja menjadi buruk, lalu tak dapat mengatasi musibah karena kondisi kapal memang buruk, kurang perawatan. </p>
<p>Tetapi yang lebih aneh ialah, ada beberapa kapal modern yang sebenarnya sangat layak laut, namun begitu toh ditinggalkan juga oleh awak kapalnya. Tak seorang pun yang dapat ditemukan kembali. Pada bulan April 1925 misalnya, kapal pengangkut barang Raifuku Maru dari Jepang, yang boleh dikatakan sudah modern dilengkapi pemancar radio, dan sangat layak laut, cepat sekali tenggelam setelah mengirim berita, &quot;Seperti pisau raksasa! Cepat tolong! Kami tak mungkin lolos!&quot; Kapal itu ditelan ombak bersama seluruh awaknya. Tak ada yang tersisa. </p>
<p>Bulan Oktober 1951, kapal tanker Southern Isles mengalami nasib serupa. Ketika berlayar dalam konvoi, tiba-tiba ia hilang sampai kapal-kapal yang lain hanya dapat melihat cahaya yang ditinggalkannya sedang tenggelam ke dasar laut. Kapal tanker kembarannya Southern Districts tenggelam dengan cara yang sama dalam bulan Desember 1954. Ia hilang tanpa meninggalkan SOS ketika berlayar melintasi wilayah yang tidak beres itu ke Utara menuju South Carolina. Itu beberapa kejadian yang mencolok untuk dicatat. Kejadian lain yang serupa tapi tak sama terlalu banyak untuk disebut satu per satu. Pesawat terbang juga ditelan. Tetapi yang paling mengerikan ialah hilangnya formasi lengkap 5 buah pesawat pelempar torpedo Grumman TMB-3 Avenger tanggal 5 Desember 1945. Sebuah pesawat penyelamat yang ingin mencari sisa-sisanya pun ditelan ombak di &quot;laut yang tidak beres&quot; itu. Kisahnya tidak diolok-olok sebagai legenda lagi, tapi ditangani lebih serius. Jadi di kemudian hari tidak akan ada lagi yang mencoba-coba melewati daerah itu. Sejak itu, orang bicara ngeri tentang segi tiga maut Bermuda. Disebut segi tiga, karena setelah kelenyapan-kelenyapan kapal dan pesawat terbang itu diproyeksikan pada peta, ternyata semua berlangsung di suatu daerah berbentuk segi tiga, antara Kepulauan Bermuda, Puerto Rico, dan bagian selatan Florida. </p>
<p>Cerita 5 buah pesawat pelempar torpedo Grumman TMB-3 Avenger tanggal 5 Desember 1945 yang misterius adalah pada waktu berangkat dari pangkalan udara Fort Lauderdale, di utara Miami, pada pukul 14.10 untuk latihan terbang ke arah timur sejauh 150 mil, lalu belok ke Utara sejauh 40 mil, dan akhirnya ke Barat Daya untuk kembali ke pangkalan lagi. Dalam perjalanan ada acara latihan menyerang beberapa bangkai kapal di pantai Kepulauan Great Sale Clay. Udaranya mula-mula cerah, dan penerbangan berjalan mulus. Tetapi pada pukul 15.45 komandan penerbangan Letnan Udara Charles Taylor, yang sudah mengantungi 2.500 jam terbang, melaporkan ke menara pangkalan, &quot;Ini gawat, Pak! Kami sepertinya kehilangan arah! Tak ada daratan. Ulangi: tidak ada daratan!&quot; Menara pengawas menanyakan posisi formasi pesawat, tapi Taylor menjawab, &quot;Tak tahu persis di mana kami berada!&quot;. &quot;Terbanglah ke Barat!&quot; perintah menara. Tapi kemudian lama sekali tidak ada kontak. Lalu ada percakapan simpang siur dari beberapa orang penerbang yang lain, &quot;Kami tidak tahu di mana arah barat itu. Ada yang tidak beres ini. Semua terlihat aneh. Bahkan lautnya juga!&quot; Sesudah sepi sejenak, komandan penerbangan menyerahkan komando kepada penerbang lain tanpa alasan yang jelas. Komandan baru ini melapor dengan suara setengah histeris, &quot;Ya, Tuhan! Di mana kami ini! Mungkin kami sudah melewati Florida dan terbang di atas Teluk Meksiko!&quot;. Pada saat itu komandan baru memutuskan untuk terbang kembali 180 derajat ke arah Florida lagi, tetapi dari kenyataan bahwa sinyal radionya makin lama makin lemah, diduga bahwa ia justru terbang lebih menjauhi pangkalan. Laporan terakhir yang dapat ditangkap ialah, &quot;Nampaknya kami terbang memasuki air putih &#8230; &#8230; tamatlah kami!&quot; Seorang penggemar radio SSB yang ikut mendengarkan percakapan itu menjelaskan lewat radionya, bahwa ia masih sempat mendengarkan kata-kata terakhir dari Letnan Taylor kepada para penerbang lain, &quot;Jangan mengikuti saya! Sepertinya mereka datang dari angkasa luar!&quot;. Segera sesudah kontak dengan para penerbang itu putus, sebuah pesawat amfibi PBM-5 Martin Mariner mengangkasa untuk memberi pertolongan. Beberapa menit kemudian, pesawat ini melaporkan posisinya, tapi kemudian pemancarnya diam. Pesawat ini hilang juga bersama 13 awak pesawat. Tak berbekas seperti kelima pesawat Grumman yang hendak ditolong. Menurut saksi mata di atas kapal tanker Gaines Miles yang kebetulan berlayar di daerah itu, pesawat amfibi itu jatuh ke laut. Pada pukul 19.40 awak kapal tanker ini melihat ledakan dahsyat dengan kobaran api setinggi 30 m. Ketika kapal itu datang ke tempat kejadian, awaknya melihat kubangan minyak, tapi tak ada secuil pun sisa pesawat amfibi yang tampak. Apalagi orang. Dua puluh dua kapal angkatan laut, 300 pesawat terbang militer, dan sejumlah kapal selam kemudian dikerahkan untuk mencari sisa-sisa kecelakaan terbesar dalam abad ini. Hasilnya nol koma nol-nol. Penulis Amerika Charles Berlitz menjadi kaya karena bukunya yang meledak The Bermuda Triangle, terbitan Doubleday &amp; Co, New York, tahun 1974. Sebanyak 18 juta jilid laku keras seperti pisang goreng. Berlitz mengemukakan dugaan, bahwa pesawat naas itu diserang makhluk angkasa luar dalam piring terbang bercahaya putih. Atau mungkin juga tersedot ke dalam lubang lorong waktu seperti hilangnya semua materi kalau masuk ke dalam black hole ruang angkasa. </p>
<p>Itu semua jelas spekulasi, tetapi pada tahun 1974, masyarakat memang masih percaya pada spekulasi-spekulasi quasi ilmiah. Menurut para [eneliti ilmiah yang menangani masalah ini, kompas para penerbang pesawat Grumman itu rusak, dan penerbangnya harus berjuang mengatasi keadaan dengan hanya mengandalkan pada penglihatan dan posisi matahari, untuk terbang lebih lanjut. </p>
<p>Pada suatu saat mereka mengira terbang di atas kepulauan sebelah selatan Florida. Berdasarkan posisi yang salah ini mereka bernavigasi lebih lanjut. Tetapi sebenarnya mereka terbang zig-zag di utara Kepulauan Bahama, menuju ke Samudera Atlantik. Karena tangki bensinnya kemudian kosong, terjunlah mereka ke laut, dan hancur berkeping-keping. Kalaupun ada yang berhasil lolos dari maut ketika mendaratkan pesawatnya di permukaan air, ia jelas tidak dapat bertahan dalam air yang dingin, lalu tewas tenggelam. Tetapi apa penyebab rusaknya kompas itu, dan mengapa itu terjadi di segi tiga Bermuda? Apakah ini berhubungan dengan air bercahaya putih yang dilaporkan oleh para penerbang, dan yang kemudian juga dilihat oleh para awak pesawat ruang angkasa Apollo 12? Menurut Bill Dillon dari U.S. Geological Survey, Woods Hole Field Center, air bercahaya putih itulah penyebabnya. Di daerah segi tiga maut Bermuda, tapi juga di beberapa daerah lain sepanjang tepi pesisir benua, terdapat &quot;tambang metana&quot;. Tambang ini terbentuk kalau gas metana menumpuk di bawah dasar laut yang tak dapat ditembusnya. Gas ini dapat lolos tiba-tiba kalau dasar laut retak. Lolosnya tidak kepalang tanggung. Dengan kekuatan yang luar biasa, tumpukan gas itu menyembur ke permukaan sambil merebus air, membentuk senyawaan metanahidrat.</p>
<p>Peristiwa ini mirip dengan blow out yang sering terjadi pada pengeboran minyak bumi. Pada blow out di daratan, yang dibakar gas adalah udara yang tidak begitu menimbulkan malapetaka, kecuali kebakaran yang mudah dikendalikan. Tetapi di dasar laut segi tiga maut Bermuda? </p>
<p>Kejadiannya menyangkut gas metana yang luar biasa banyaknya dalam air yang juga ratusan ribu ton. Air yang dilalui gas ini mendidih sampai terlihat sebagai &quot;air bercahaya putih&quot;. Blow out serupa yang pernah terjadi di Laut Kaspia sudah banyak menelan anjungan pengeboran minyak sebagai korban. Regu penyelamat yang dikerahkan tidak menemukan sisa sama sekali. Mungkin karena alat dan manusia yang menjadi korban tersedot pusaran air, dan jatuh ke dalam lubang bekas retakan dasar laut, lalu tanah dan air yang semula naik ke atas tapi kemudian mengendap lagi di dasar laut, menimbuni mereka semua. Apakah kejadian serupa juga berlangsung di segi tiga maut Bermuda? Di daerah Blake Ridge, di lepas pantai South Carolina memang ditemukan senyawaan metanahidrat. </p>
<p>Di laboratorium penelitian gerakan air British Institute of Oceanographic Sciences kemudian dilakukan percobaan dengan kapal miniatur yang dilanda air yang mendidih tiba-tiba. Kapal percobaan ini segera tenggelam karena berkurangnya daya apung yang tiba-tiba. Juga kapal penyelamat percobaan yang dikirim kemudian tenggelam dengan cara yang sama. </p>
<p>Apakah dengan hasil percobaan itu misteri segi tiga maut Bermuda sudah terpecahkan? Belum juga! <br />Bagaimana duduknya perkara sampai pesawat terbang juga menjadi korban ledakan gas metana? Menurut Bill Dillon, pesawat yang terbang rendah memang dapat terpengaruh oleh pancaran air mendidih bercampur gas yang luar biasa kuatnya itu, lalu jatuh ke laut. Tetapi apakah yang menyebabkan kompas pesawat terbang Grumman itu tidak berfungsi? Jelas medan magnet, tapi dari apa? Apakah dari ledakan gunung di dasar laut? Ini masih tetap merupakan misteri yang saat ini belum terungkap karena miskin angka&#8230;.</span></p>
</p>
</p>
<p><span style="font-size: 1.2em">Dikutip dari&nbsp; :</span></p>
</p>
<p><span style="font-size: 1.2em">- </span><a href="http://www.indomedia.com/"><span style="font-size: 1.2em">www.indomedia.com</span></a></p>
<p><span style="font-size: 1.2em">- </span><a href="http://lyanx.multiply.com/"><span style="font-size: 1.2em">http://lyanx.multiply.com</span></a></p>
<p><span style="font-size: 1.2em">- </span><a href="http://politea.wordpress.com/"><span style="font-size: 1.2em">http://politea.wordpress.com</span></a></p>
<p><span style="font-size: 1.2em">- serta dari sumber lainnya</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bayi.blog.friendster.com/2007/04/beberapa-catatan-misteri-segitiga-bermuda/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Pluto</title>
		<link>http://bayi.blog.friendster.com/2007/01/pluto/</link>
		<comments>http://bayi.blog.friendster.com/2007/01/pluto/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 28 Jan 2007 22:46:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bayi</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bayi.blog.friendster.com/2007/01/pluto/</guid>
		<description><![CDATA[
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 1.2em">Agustus 2006 lalu di Praha, IAU telah memutuskan untuk memberi definisi baru pada planet dan mereduksi jumlah planet menjadi 8, dengan menempatkan Pluto dalam kategori dwarf planet. Dengan demikian Pluto juga dikenal sebagai objek pertama yang ditemukan dalam lingkup <em>trans neptunian object</em>. Kilas balik sejenak, resolusi IAU menghasilkan ada 3 kategori utama dalam Tata Surya :</span></p>
<ul>
<li><span style="font-size: 1.2em"><strong>Planet</strong> : 8 objek dari Merkurius - Neptunus </span></li>
<li><span style="font-size: 1.2em"><strong>Dwarf Planets</strong> : Pluto dan objek bundar lainnya yang belum menyapu bersih lingkungan disekitar orbitnya, dan bukan merupakan satelit. </span></li>
<li><span style="font-size: 1.2em"><strong>Benda Kecil di Tata Surya</strong> : semua objek lain yang mengorbit Matahari. </span></li>
</ul>
<p align="justify"><span style="font-size: 1.2em">Keputusan IAU ini bukan lantas membuat Pluto dikeluarkan dari Tata Surya atau bahkan dikeluarkan dari Bimasakti. Kalau itu yang terjadi, maka betapa hebatnya para astronom yang berkonferensi bulan Agustus lalu sampai-sampai mampu ”menendang Pluto keluar dari Bimasakti” ;). Yang terjadi adalah kriteria planet didefinisi ulang dan dibuat kelas baru dalam Tata Surya yakni <em>dwarf planet (</em>planet kerdil<em>)</em>.</span><a id="more-39"></a></p>
<p align="justify"><span style="font-size: 1.2em">Namun ternyata resolusi ini menyisakan ketidakpuasan juga karena definisi IAU mengenai “daerah disekitar orbit yang belum bersih disapu” dianggap lemah. Keberatan yang diajukan, orbit disekitar Bumi, Mars, Jupiter dan Neptunus pun belum bersih dalam arti ada asteroid di dalam lingkup sekitarnya. Jupiter sendiri masih memiliki 50.000 asteroid yang mengorbit di daerah sekitarnya. Selain itu definisi baru dari IAU juga dianggap rancu karena hanya diterapkan untuk definisi planet di dalam Tata Surya sedangkan saat ini planet tidak hanya ditemukan di dalam lingkup Tata Surya. Saat ini ada sekitar 205 planet yang telah ditemukan di luar Tata Surya. </span></p>
<p align="justify"><span style="font-size: 1.2em">Ketidakpuasan para astronom akan hasil IAU dinyatakan dalam petisi yang ditandatangani oleh 300 astronom yang memutuskan mereka tak akan memakai definisi baru dari IAU tersebut. Isi petisi tersebut sebagai berikut :</span></p>
<blockquote><p align="justify"><strong><a href="http://www.ipetitions.com/petition/planetprotest/" target="_blank"><span style="color: #006a80;font-size: 1.2em">We, as planetary scientists and astronomers, do not agree with the IAU’s definition of a planet, nor will we use it. A better definition is needed. </span></a></strong></p>
</blockquote>
<p align="justify"><span style="font-size: 1.2em">Tampaknya dalam pertemuan IAU berikutnya di Rio de Jeneiro masalah definisi planet akan diangkat kembali untuk dibahas dan diperjelas. Lantas mengapa setelah bertahun-tahun baru definisi planet dibicarakan kembali?</span></p>
<p align="justify"><span style="font-size: 1.2em">Sedikit kilas balik, Pluto ditemukan tahun 1930, saat astronom mencari objek yang diperkirakan menyebabkan terjadinya perturbasi (gangguan) pada orbit planet yang sedang mengelilingi Matahari. Neptunus, planet ke-8 di Tata Surya sendiri ditemukan tahun 1846 setelah para ilmuwan menggunakan teori gangguan pada orbit Uranus untuk memprediksikan lokasi “planet ke-8″.&nbsp; Setelah beberapa dekade, pencarian planet ke-9 pun dilakukan dan Pluto pun ditemukan. Meskipun telah diangkat sebagai planet, status Pluto kemudian mulai dipertanyakan karena orbitnya lebih miring dan panjang dibanding orbit planet lainnya di Tata Surya dan massanya juga lebih kecil 1% dari massa Bumi. Analisis ulang yang dilakukan menempatkan Pluto sebagai solusi dari problem yang tak pernah ada.</span></p>
<p align="justify"><span style="font-size: 1.2em">Tahun 1951, dengan analisis orbit Komet, Gerrard Kuiper memprediksikan keberadaan sabuk komet di luar Neptunus - sekarang dinamakan Sabuk Kuiper - analog dengan sabuk asteroid diantara Mars dan Jupiter. Teknologi teleskop di tahun 1990an membawa penemuan berbagai objek di Sabuk Kuiper yang lebih kecil dari Pluto dan mengorbit Matahari. Dengan penemuan ini, tampaknya Pluto lebih cocok menjadi objek terbesar dalam keluarga Sabuk Kuiper dibanding menjadi planet bersama 8 planet lainnya. Namun selama Pluto merupakan objek terbesar dalam jajaran objek sabuk Kuiper, keberadaan Pluto sebagai planet belum menjadi suatu masalah.</span></p>
<p align="justify"><span style="font-size: 1.2em">Tahun 2005, astronom Mike Brown mengumumkan penemuan objek baru di Sabuk Kuiper, dengan nama panggilan Xena atau planet X, dimana objek baru ini sedikit lebih besar dari Pluto. Penemuan ini mengakhiri status quo kesembilan planet di Tata Surya. Jika Pluto cukup besar untuk menjadi planet, maka Xena pun seharusnya menjadi bagian dari planet di Tata Surya, atau dengan kata lain merupakan planet kesepuluh. Tapi lantas bagaimana dengan objek Sabuk Kuiper lainnya yang hanya sedikit lebih kecil dari Pluto dan bagaimana juga dengan penemuan-penemuan dimasa yang akan datang? Bagaimana memberi batasan yang jelas antara planet dan objek besar di Sabuk Kuiper? Hal inilah yang kemudian membawa IAU membahas dan menentukan kriteria apa itu planet.</span></p>
<p align="justify"><span style="font-size: 1.2em">Pada awalnya diajukan kriteria utama planet adalah memiliki bentuk bundar, dimana Pluto dan Xena pasti masuk menjadi bagian dari Planet. Namun pengajuan ini juga akan memasukkan Charon (satelit Pluto) dan 40 objek Sabuk Kuiper lainnya, serta asteroid Ceres. Namun kemudian kriteria planet dimodifikasi kembali dengan menambahkan “daerah disekeliling orbitnya telah bersih tersapu”. Ceres gagal masuk dalam kriteria ini, karena disekelilingnya masih banyak asteroid dan Ceres pun kembali menjadi asteroid. Charon juga kembali menjadi satelit bagi Pluto. Namun Pluto pun akhirnya kehilangan statusnya sebagai planet karena ia memang merupakan anggota dari Sabuk Kuiper.</span></p>
<p align="justify"><span style="font-size: 1.2em">Tak bisa dipungkiri, definisi ulang yang menyebabkan Pluto kehilangan statusnya membawa dampak “kontroversi” diantara para ilmuwan, sekolah bahkan politisi. Yah memang pada akhirnya buku-buku pelajaran harus dicetak ulang dengan mendefinisikan kelas baru di Tata Surya yakni planet kerdil. Model Tata Surya yang dijadikan alat peraga untuk pembelajaran pun harus diubah.&nbsp; Proposal penelitian planet mungkin harus dibuat kembali, anggaran yang sudah dibuat untuk penelitian planet mungkin harus dihitung ulang, kebanggan dan relasi Pluto dengan sebuah kota dan negara harus juga terusik…namun lmu pengetahuan memang akan terus bergerak maju dan perubahan akan terus terjadi.</span></p>
<p align="justify"><span style="font-size: 1.2em">Apa yang telah kita ketahui masih akan terus berkembang dan bisa saja apa yang diputuskan sekarang akan berubah seiring waktu&nbsp; karena alam semesta ini luas dan masih menyimpan banyak misteri. Berhasil menyingkapkan satu misteri hanyalah awal untuk menemukan misteri berikutnya. Satu penemuan baru adalah awal untuk penemuan-penemuan berikutnya.</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bayi.blog.friendster.com/2007/01/pluto/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Ancient Nano-technology?</title>
		<link>http://bayi.blog.friendster.com/2007/01/ancient-nano-technology/</link>
		<comments>http://bayi.blog.friendster.com/2007/01/ancient-nano-technology/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 18 Jan 2007 07:35:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bayi</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bayi.blog.friendster.com/2007/01/ancient-nano-technology/</guid>
		<description><![CDATA[
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://bayi.blogs.friendster.com/.shared/image.html?/photos/uncategorized/nano2lv9.jpg"><img height="400" alt="Nano2lv9" src="http://bayi.blogs.friendster.com/my_blog/images/nano2lv9.jpg" width="143" border="0" /></a> </p>
</p>
</p>
</p>
</p>
</p>
</p>
<p><span style="font-size: 1.2em">Pictured below is an example of the strange, often spiral shaped objects found in the eastern Urals. Since 1991 more and more of these objects have been found in the region. Often microscopically small they are made principally of tungsten, molybdenum, and copper. They were discovered during the course of official explorations that had been mounted with a view to exploiting the precious metals in the region. Consequently geological and mineralogical analysis was done by the Central Scientific Research Institute for Geology and Prospecting for Precious and Non Ferrous Metals ( ZNIGRI ) in Moscow. The ZNIGRI put out a report in which the author, Dr Matveyeva states: “The layer which contains the spiral shaped objects is characterised as gravel and detritus deposits … From their orientation these layers can be dated to 100,000 years and correspond to lower regions of the Mikulinsk horizon of the upper Pleistocene.” </p>
<p>In plain language the Pleistocene is the previous geological epoch, which began about 2 million years ago and ended around 10,000 years ago. Contrary to what some commentators believe however, we don&#8217;t think that these objects are extraterrestrial in origin. Rather we think their origin is very terrestrial, the vestiges of a former hi tech civilisation, the evidence of which will become increasing apparent over the coming years.</span>&nbsp;</p>
</p>
<p><span><a href="http://forum.webgaul.com/showthread.php?t=52669&amp;page=13"><span style="color: #247cd4">http://forum.webgaul.com/showthread.php?t=52669&amp;page=13</span></a></span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bayi.blog.friendster.com/2007/01/ancient-nano-technology/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title></title>
		<link>http://bayi.blog.friendster.com/2007/01/25/</link>
		<comments>http://bayi.blog.friendster.com/2007/01/25/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 18 Jan 2007 07:27:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bayi</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bayi.blog.friendster.com/2007/01/25/</guid>
		<description><![CDATA[
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://bayi.blogs.friendster.com/.shared/image.html?/photos/uncategorized/uralsartifactwc6.jpg"><img height="164" alt="Uralsartifactwc6" src="http://bayi.blogs.friendster.com/my_blog/images/uralsartifactwc6.jpg" width="205" border="0" /></a> </p>
</p>
</p>
</p>
</p>
<p><span style="font-size: 1.2em">In 1991-93 gold prospectors on the river Narada in the eastern Urals, found thousands of unusual spiral shaped objects. Ranging in size from 1.2 inches to 1/10,000 of an inch they were often microscopically small. Significantly they were found at various sites near the rivers Narada, Kozhim and Balbanyu at depths of 10 to 40 foot. At such depths investigators could only conclude that they had been deposited thousands of years ago. </p>
<p>At present they are being investigated by the Russian Academy of Science in Moscow and St Petersburg and at a scientific institute in Helsinki, Finland. Stranger still, exact measurements of the objects show them to conform to the so-called ‘Golden Mean’ ratio used in Architecture and Geometry. For the technically minded that means that if a certain length is divided into two using this ratio, the ratio of the original length to the larger piece is the same as that of the larger to the smaller. </p>
<p>Quite apart from such subtle anomalies they appear to be the product of a highly advanced technology. In fact they bear a remarkable resemblance to control elements used in micro-miniature devices used in the latest technology, so-called nano-technology. Although still in its infancy scientists and engineers are already thinking are already thinking of applications for the ‘new’ technology that are the stuff of science fiction. Amongst other things they envisage constructing micro probes for use in medicine, such as performing operations inside blood vessels that are currently not possible with present surgical techniques. </p>
<p>All test carried out so far have dated the objects at between 20,000 and 318,000 years old, depending on the depth and location of the find.</span>&nbsp;</p>
</p>
<p><span><a href="http://forum.webgaul.com/showthread.php?t=52669&amp;page=12"><span style="color: #247cd4">http://forum.webgaul.com/showthread.php?t=52669&amp;page=12</span></a></span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bayi.blog.friendster.com/2007/01/25/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Mysteries of the ancient Antikythera Mechanism revealed</title>
		<link>http://bayi.blog.friendster.com/2007/01/mysteries-of-the-ancient-antikythera-mechanism-revealed/</link>
		<comments>http://bayi.blog.friendster.com/2007/01/mysteries-of-the-ancient-antikythera-mechanism-revealed/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 18 Jan 2007 06:54:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bayi</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bayi.blog.friendster.com/2007/01/mysteries-of-the-ancient-antikythera-mechanism-revealed/</guid>
		<description><![CDATA[
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 1.2em"><a href="http://bayi.blogs.friendster.com/.shared/image.html?/photos/uncategorized/antikytheradevice_thumb1.jpg"><img height="346" alt="Antikytheradevice_thumb1" src="http://bayi.blogs.friendster.com/my_blog/images/antikytheradevice_thumb1.jpg" width="400" border="0" /></a> </span></p>
</p>
</p>
</p>
</p>
</p>
</p>
</p>
</p>
</p>
</p>
<p><span style="font-size: 1.2em">For more than 100 years the Antikythera Mechanism, a device salvaged from an ancient Roman shipwreck, has confounded scientists and academics. The device was lost when the ship that was carrying it sank in waters off the Greek island of Antikythera in 65BC. The wreck was found by a sponge diver in 1900. Anyone who has seen pictures of the Antikythera Mechanism knows that it is a technology that seems to be a product of the 16th or 17th centuries rather than the first century BC. I remember as a kid wondering whether it was a remnant of some alien civilization, or perhaps an artifact from Atlantis. The reality is even more interesting. Scientists now believe that the device was a complex and very accurate astronomical computer that could predict the positions of the sun, moon and planets, and even forecast lunar eclipses. The Antikythera device is the oldest-known device that used gear wheels and is by far the most sophisticated object from the ancient world. “This device is extraordinary, the only thing of its kind,” Mike Edmunds, a physicist at Cardiff University in Wales, is reported as saying. “The astronomy is exactly right … In terms of historic and scarcity value, I have to regard this mechanism as being more valuable than the Mona Lisa.” Using the latest technology, scientists have conducted detailed scans of the device, and have found that it dates to around 150 to 100 BC, and had 37 gears, including a differential gear. Previously it was thought that the differential gear was in invented in the 16th century. The complexity and small size of the gears is similar to the technology of 18th century clockwork. One theory on where on how the device came to be on a Roman ship was that it was on its way to Rome after being looted from Rhodes. The big mystery of course is why the technology for creating Antikythera device was lost. It should be a reminder to us that no matter how great and grand our technology, our world, and our life as we know it, is not immune to the same kinds of threats that have destroyed civilizations before ours. </span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bayi.blog.friendster.com/2007/01/mysteries-of-the-ancient-antikythera-mechanism-revealed/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Piramida Eropa</title>
		<link>http://bayi.blog.friendster.com/2007/01/piramida-eropa/</link>
		<comments>http://bayi.blog.friendster.com/2007/01/piramida-eropa/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 18 Jan 2007 06:40:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bayi</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bayi.blog.friendster.com/2007/01/piramida-eropa/</guid>
		<description><![CDATA[
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 1.2em"><a href="http://bayi.blogs.friendster.com/.shared/image.html?/photos/uncategorized/piramid_1.jpg"></a><a href="http://bayi.blogs.friendster.com/.shared/image.html?/photos/uncategorized/piramid_2.jpg"><img height="48" alt="Piramid_2" src="http://bayi.blogs.friendster.com/my_blog/images/piramid_2.jpg" width="100" border="0" /></a>&nbsp; Baru-baru ini arkeolog dari Eropa Timur menemukan gugusan piramida pertama yang ditemukan di sebuah lembah di Bosnia Tengah : di antaranya ada 2 gugusan kembar yang berbentuk piramida : arkeolog Jerman juga pernah menemukan sebanyak 24.000 barang-barang kerajinan jaman Neolitikum (zaman batu baru) di sekitarnya : para ahli menduga benda-benda tersebut kemungkinan merupakan peninggalan kaum Illyrian nenek moyang bangsa Albania. </p>
<p>Menurut laporan (harian Xinjing), penyelidikan arkeologi yang menghabiskan waktu 6 bulan yang dipimpin oleh arkeolog Bosnia Semiru Osmanagicovi, mendapati bahwa di Bukit Visocica juga terdapat piramida peninggalan manusia purbakala. </p>
<p>Bukit yang mirip piramida </p>
<p>Semiru Osmanagicovi menemukan lagi sebuah bukit lainnya yang berbentuk piramida di sekitarnya, ia melukiskan seperti piramida kembar di Amerika Latin, dua piramida melengkung menjadi sebuah pintu di pintu masuk lembah, sebuah lambang matahari, dan sebuah lambang bulan. </p>
<p>Piramida adalah lambang peradaban kuno bangsa Mesir, namun hasil penyelidikan arkeologi berulang kali menemukan bangunan yang mirip piramida di Amerika Tengah dan kawasan lainnya. </p>
<p>Semiru Osmanagicovi pernah menyelidiki sejumlah besar piramida yang terpendam di pegunungan di Meksiko, Peru dan kawasan lainnya, selanjutnya ia mengubah haluan ke kampung halamannya di Balkan. Bukit Visocica dengan tinggi 645 meter, selama ini dianggap mempunyai pemandangan alam yang unik, tampilan yang mirip bentuk piramida, namun berbeda dengan susunan batu raksasa piramida di Mesir, piramida yang satu ini diselimuti pepohonan.</p>
<p>Lima bukti yang membenarkan adanya piramida </p>
<p>Visoko, sebuah kota kecil yang terletak di Barat laut ibu kota Bosnia Sarajevo, memiliki sejarah yang tua, dan hingga kini reruntuhan Kota Visoko abad pertengahan masih tersimpan di atas puncak bukit. </p>
<p>Kegiatan arkeologi secara resmi baru mulai dilaksanakan pada musim panas tahun ini, setelah diteliti selama 6 bulan, Semiru Osmanagicovi mendapati ada lima faktor penting yang dapat membuktikan bahwa di dalam bukit ini terpendam piramida, dan merupakan piramida kembar.</p>
<p>Pertama menurut Semiru Osmanagicovi, bahwa lapisan beton yang kasar merupakan faktor utama, ini adalah bahan batu tuang yang bersejarah, namun, sekarang adalah bagian dari bukit, dan sudah ada sejak dulu, orang dulu mungkin merombak bentuknya, dan menutupnya dengan batu tuang. </p>
<p>Kedua Semiru Osmanagicovi juga mendapati adanya teras simetri di bukit itu. sehingga ia memastikan bahwa manusia jaman dulu pernah mengolah bukit tersebut, dan semuanya dilapisi dengan batu hampar yang di ambil dari alam. Dan yang ketiga adalah, permukaan bukit terdiri dari empat bidang, lagipula ke empat bidang yang miring itu mengarah ke sebuah titik utama, persis sekali dengan bangunan piramida. Keempat, ada pintu masuk yang rumit, di antaranya di sisi utara merupakan pintu masuk utama. Dan terakhir, ada saluran bawah tanah, sangat mirip dengan saluran bawah tanah piramida di Mesir, Meksiko dan kawasan lainnya. </p>
<p>Menurut Semiru Osmanagicovi, bisa dipastikan bahwa di bukit Visocica terpendam sebuah piramida, dan sejak dulu penduduk setempat menyebut bukit Visocica sebagai piramida. Arkeolog juga pernah menemukan barang-barang kerajinan tangan yang bersejarah 7.000 tahun di Visoko</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bayi.blog.friendster.com/2007/01/piramida-eropa/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Lukisan Batu Prasejarah Meninggalkan Misteri</title>
		<link>http://bayi.blog.friendster.com/2007/01/lukisan-batu-prasejarah-meninggalkan-misteri/</link>
		<comments>http://bayi.blog.friendster.com/2007/01/lukisan-batu-prasejarah-meninggalkan-misteri/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 18 Jan 2007 05:54:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bayi</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bayi.blog.friendster.com/2007/01/lukisan-batu-prasejarah-meninggalkan-misteri/</guid>
		<description><![CDATA[
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://bayi.blogs.friendster.com/.shared/image.html?/photos/uncategorized/lukisanbatu.jpg"><span style="font-size: 1.2em"><img height="60" alt="Lukisanbatu" src="http://bayi.blogs.friendster.com/my_blog/images/lukisanbatu.jpg" width="100" border="0" /></span></a><span style="font-size: 1.2em"> Beberapa waktu yang lalu, di Australia pernah ditemukan sebuah lukisan batu pada zaman batu, yang terlukis adalah sejumlah makhluk aneh setengah hewan setengah manusia. Menurut arkeolog, ukiran-ukiran batu tersebut adalah sketsa “pelukis” zaman kuno. </p>
<p>Dilaporkan bahwa, Paul Talcon ahli ukiran batu dari museum Australia di Sydney dan Christopher C ahli antropologi Australia bukan saja menemukan 32.000 lukisan batu manusia berkepala binatang dari sekian tahun silam di Afrika Selatan dan Australia, bahkan lukisan batu binatang berkepala manusia. Untuk pertama kalinya di dunia mereka melakukan penelitian terhadap lukisan-lukisan batu yang aneh ini. </p>
<p>Secara cermat para ilmuwan telah meneliti sebanyak hampir 5.000 lukisan batu nenek moyang manusia, dan disusun secara sistematis terhadap frekuensi munculnya maupun jenis spesies yang dilukisnya, menurut mereka, bahwa pada masa awal peradaban pernah eksis spesies setengah manusia setengah binatang, dan tidak tertutup kemungkinan itu adalah tetangga manusia primitif. Sebab manusia primitif tidak mungkin melukis sesuatu yang belum pernah mereka lihat. </p>
<p>Dalam legenda Romawi dan Yunani kuno juga cukup banyak cerita yang sama, di antaranya yang paling banyak disinggung adalah manusia setengah kuda. Binatang ini, anggota badan bagian atasnya adalah manusia, sedangkan anggota badan bagian bawahnya adalah kuda atau sapi, keledai, biri-biri atau bahkan kambing atau binatang lainnya. </p>
<p>Manusia binatang berhubungan erat dengan pengetahuan astronomi zaman dulu, bahkan manusia pada zaman purbakala memakai nama spesies ini sebagai nama rasi bintang yang kita kenal sekarang, seperti misalnya, Sagitarius. Setiap kali ketika Sagitarius (berbentuk setengah manusia setengah kuda yang memanah) muncul di malam hari, maka Taurus (salah satu lambang matahari) lalu bersembunyi dan lenyap seketika.</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bayi.blog.friendster.com/2007/01/lukisan-batu-prasejarah-meninggalkan-misteri/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>
